kisruh hutang piutang pengusaha kopra di Tanimbar, ini kisahnya

oleh

investigasimabes.com|Alkisah hutang piutang yang terjadi pada Ibu Dewi Kartini Pertiwi, salah satu pengusaha Kopra yang sejak pertengahan tahun lalu beraktivitas dalam pembelian hasil komoditi kopra langsung dari masyarakat dari berbagai pedesaan di Kabupaten Kepulauan , yang mana sempat dijadikan korban penipuan dan penggelapan atas perbuatan beberapa sesama rekan-rekan kerjanya.Saumlaki, kamis, (22/06/ 2023)

Bagaimana tidak, sejumlah uang yang dipercayakan Ibu Dewi melalui transferan bank kepada sesama rekan kerja berinisial”T” yang nilainya cukup fantastis sekitar Rp.353.000.000,-, dan kepada “R” sekitar Rp.96.500.000,- namun kepercayaan itu sempat ditukar dengan ketidakjujuran yang mengakibatkan terjadi kerugian pada Ibu Dewi.

Kisahnya berawal dari Ibu Dewi mulai aktivitasnya pada bulan Mei tahun 2023, dengan pesanan beberapa kontener kopra yang berkapasitas 14 ton per kontenernya. Pengiriman kopra dari bulan mei, juni, juli tahun lalu, sempat berjalan lancar. Namun di bulan selanjutnya terjadi kondisi bahwa pesanan Ibu Dewi tak kunjung tiba, padahal “R” telah mengambil langkah untuk menjual sendiri kopra dari gudangnya yang berlokasi di jalan poros trans yamdena, desa Ilngei, tanpa sepengetahuan Ibu Dewi. setiap ditanya, alasannya adalah masih menunggu kapal, cuaca buruk dan kendala hal-hal teknis lainnya.

Ibu Dewi mulai merasakan kejanggalan bertransaksi sekitar bulan September 2023 setelah mendapat keterangan via hanphone dari supir “G” dan juga saudara “E” mengenai keadaan gudang yg sudah kosong, fungsi CCTV juga telah dialihkan dan sehingga saat tu juga Ibu Dewi mengambil keputusan untuk terbang ke Saumlaki, memeriksa pergudangan penampungan kopra dimaksud dan benar telah ditemukan tidak ada lagi kopra beserta perkakas2nya bahkan yang bersangkutan telah hilang dari peradaban, karna tidak bisa lagi di hubungi via by chat maupun telepon.

“Saya sangat rugi dan nama saya juga hancur, lagian dengan niatan apa menghubungi dan menjelek2an saya kepada rekan-rekanpendana saya,?” Kesal Dewi sambil menarik nafas dalam penuh kepasrahan.

Ibu Dewi akhirnya berinisitif melaporkan hal ini ke SPKT Kepulauan Tanimbar dan berharap dapat diproses sesuai prosedur hukum tentang penipuan dan penggelapan pasal 372 dan 378 KUHP namun melalui beberapa pertimbangan, Ibu Dewi memutuskan untuk mencabut laporan dan membuat laporan ulang ke Tanimbar Selatan.

Koordinasi dan komunikasi berjalan lancar sempat semua pihak dipanggil dan perkembangan terakhir, terlapor sendiri sekarang masih posisi di dan berjanji kepada penyidik akan kembali lagi ke Saumlaki.

Sampai saat ini awakmedia masih berusaha menghubungi penyidik Polsek Tanimbar Selatan untuk konfirmasi lebih lanjut sdh sejauhmana proses penanganannya dan berharap dapat dituntaskan sebaik-baiknya.(Joko)

Related Posts