Anggaran Pokir Diduga untuk Merampok APBD

oleh

InvestigasiMabes.com l — Pokok-Pokok Pikiran DPRD yang lazim disebut Pokir merupakan kumpulan saran, usul, pendapat serta keinginan dari kelompok masyarakat yang disampaikan dalam pertemuan bersama dengan anggota DPRD ketika ada agenda reses, dengan tujuan agar aspirasi dari masyarakat ini bisa di perjuangkan.

Untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat ini, anggota DPRD harus membahas bersama dengan Badan Anggaran (Banggar), agar keinginan masyarakat bisa ditampung dalam RAPBD.

Ketika terjadi pembahasan dengan Banggar, maka Pokir yang awalnya berupa usul, saran, pendapat, berubah wujud menjadi Dana Pokir, yang selanjutnya dana tersebut akan dipakai untuk membiayai proyek-proyek untuk kepentingan masyarakat.

Namun setelah ditampung dalam APBD, Masing-masing anggota DPRD mulai mengatur strategi agar dana pokir yang sudah dijabarkan dalam berbagai proyek ini bisa dikelola sendiri, ini sangat beresiko dan rawan akan terjadinya perbuatan tindak pidana .

Dana Pokir yang sudah dijabarkan dalam APBD menjadi kewenangan atau urusan pihak Executive, sementara DPRD hanya mengawasi pelaksanaan dan realisasinya.

Akibat dari proyek-proyek yang ditangani anggota DPRD melalui dana Pokir apabila dikerjakan tidak sesuai spesifikasi tentu akan menjadi masalah, dan berpotensi terjadinya perbuatan tindak pidana.

Sebagai contoh dari beberapa kegiatan Jalan semenisasi Lingkungan yaitu di Desa Tarai Mandiri Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten , ini kegiatan tidak diketahui apakah Pokir atau murni APBD, pada kegiatan ini pekerjaan dilaksanakan dengan menggunakan besi berkarat yaitu besi wiremesh M6 banci.

Kemudian di Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru, dari informasi Ketua RT.04 GG Akasia Eva mengatakan bahwa ini kegiatan adalah Pokir dari Parisman Ikhwan Anggota DPRD Riau dari partai Golkar, pada kegiatan ini pekerjaan dilaksanakan dengan menggunakan besi berkarat yaitu besi wiremesh M5 banci.

Dan terakhir Jalan Foker Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Kota Pekanbaru, dari informasi yang diperoleh kegiatan ini adalah Pokir dari Kasir, ST Anggota DPRD Riau dari partai Hanura yang sudah PAW karena pindah partai ke PKB, walaupun sudah berhenti dari Anggota DPRD karena PAW, namun masih mengelola anggaran Pokir, lagi pula pada kegiatan ini pekerjaan dilaksanakan dengan menggunakan besi berkarat yaitu besi wiremesh M5 banci.

Jika anggaran Pokir DPRD ini tidak transparan dan tidak jelas spesifikasinya maka ini boleh dikatakan telah Merampok APBD.

Ketua RT.4 RW 18 Jl. Foker Marjales ketika dikonfirmasi via WhatsApp kegiatan tersebut darimana, menjawab, Tentang pengerjaan kegiatan semenisasi, Saya selaku Ketua RT hanya mengajukan mana yang harus di perbaiki. Namun pengerjaan ini adalah kegiatan anggota dewan DPRD Provinsi bapak Kasir ST, kalau ingin keterangan lebih lengkap silakan hubungi Ketua RW 18 bapak Syaiful Bahri SH.

Ketua RW 18 bapak Syaiful Bahri SH ketika dikonfirmasi via WhatsApp terkait pekerjaan semenisasi di jalan foker, ini kegiatan dari mana ya pak, karena saya lihat tidak ada Plang Nama Kegiatannya, berapa nilai kontraknya, siapa PPTKnya kami tidak tahu, mohon informasinya ya pak. Dalam jawabannya Saiful Bahri, SH mengatakan, Saya pun ndak tau pak….coba tanya RT nya….krn kemaren ke saya cuma konfirmasi alamat yang mau dikerjakan ….katanya dari PUPR begitu.

Kasir, ST mantan Anggota DPRD Riau yang sudah PAW dengan Darnil, SH ketika dikonfirmasi terkait kegiatan Jalan Semenisasi Lingkungan Jalan Foker mengatakan bahwa ia, itu kegiatan Pokir saya, ketika ditanya mana Plang proyeknya dan apakah kegiatan itu sudah sesuai dengan spesifikasinya ? Kasir mengatakan besok akan dipasang plang tersebut, namun hingga saat ini tidak terlihat adanya Plang proyek tersebut.

Kabid Perkim Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau Khairul Rizal ketika didatangi kekantornya selalu tidak ada ditempat, ketika dihubungi nomor teleponnya juga tidak aktif. (Tim).