InvestigasiMabes.com| Pengusaha batu tela saudara Marten Melmambessy di kota Saumlaki, akhirnya membuka suara terkait dengan kegiatan pekerjaan pembangunan sekolah SMA Negeri 16 Batu Putih, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pasalnya pengusaha batu tela tersebut diduga telah di tipu habis-habisan oleh pengawas pembangunan SMA Negeri 16 Batu Putih, saudara Hans Wolanteri alias Noke.Penyelesaian sebelum pekerjaan bangunan SMA Negeri 16 Batu Putih ini dibangun, pengawas lapangan Noke Wolanteri telah membuat kesepakatan bersama pengusaha batu tela, untuk menyiapkan 12.000 (Dua belas ribu) tela saat dibutuhkan untuk pembangunan pembangunan dinding sekolah. Dimana kerjasama itu berlangsung hingga 12 ribu batu tela tersebut disiapkan sampai pembangunan tersebut selesai.
Adapun,jumlah 12.000 tersebut telah disiapkan pengusaha, sehingga bangunan sekolah itu selesai. Saat dihitung jumlah batu tela tersebut yang harus dibayar oleh pengawas berjumlah, Rp.50.000.000 sehingga pengawas Noke Wolanteri baru bisa membayar, Rp. 22.000.000 sedangkan sisa yang belum dibayar Rp. 29.700.000 pengawas tersebut telah melarikan diri.Hengkangnya Noke Wolanteri, entah apa penyebabnya, sehingga sulit dihubungi demi melunasi sisa pembayaran batu tela itu.
Berkaitan dengan hal tersebut, pengusaha batu tela saudara marten melmabessy sempat mendatangi Piet Liur, selaku kepala kantor perwakilan dinas pendidikan provinsi Maluku, yang saat itu berada di Saumlaki.Kemudian pengusaha batu tela ini, sempat meminta nomor telepon PPTK Dinas Provinsi di Ambon yaitu bapak Yan Pelu, namun yang bersangkutan tidak menanggapi tujuan pengusaha batu tela ini.
Pengawas noke tidak pernah memasang papan informasi ini, membuat pengusaha batu tela ini, tidak mengetahui nama perusahaan apa yang memenangkan paket pekerjaan sekolah di Desa batu putih, juga saat dikonfirmasi dengan pihak sekolah pun, tidak mengetahui juga.Upaya untuk mendapatkan sisa utang perusahaan tersebut semakin sulit. Akhirnya pengusaha batu tela ini, berinisiatif melaporkan ke SPKT Polres Kepulauan Tanimbar, dan Polres Kepulauan Tanimbar, telah melakukan mediasi dan dibuat surat pernyataan pelunasan sisa uang batu tela oleh pengawas Noke Wolanteri, namun hingga detik ini, batang hidung pengawas tersebut tak kunjung muncul.
Diketahui Noke Wolanteri, terakhir sedang berada di Luang Mdona Heyra MBD saat dihubungi pihak Polres Kepulauan Tanimbar, namun Noke tak pernah menghindakan ajakan, arahan Polisi, untuk bisa hadir ke Saumlaki demi mencari solusi penyelesaian utang tersebut. Noke harusnya bisa memberikan alamat jelas kantor perusahaan tersebut, namun Noke, diduga menyembunyikan alamat dan nama perusahaan, agar pihak pengusaha batu tela tdk bisa mendapatkan kejelasan, namun hingga saat ini, semua pihak yang telah dihubungi dengan maksut sisa utang itu, ibarat berharap hujan turun dari langit.ateng melmabessy berhrp kepada pihak Polres Kepulauan Tanimbar, agar sebisanya memanggil ulang Noke, agar dapat mempertanggungjawabkn surat pernyataan yg ditandatanganinya di ktr SPKT Polres KKT Saumlaki.(RED)
Editor : Investigasi Mabes