InvestigasiMabes.com | Surabaya- Dengan adanya dugaan banyak laporan terkait banyaknya terjadi pungli makan Cak Erik Walikota Surabaya menegaskan jangan ada lagi pungli di lingkungan sekolah.Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali menerima laporan soal oknum ASN pemkot yang melakukan pungutan liar (pungli). Kali ini terjadi di lingkungan sekolah.
Cak Eri menegaskan, sekolah negeri di Surabaya tak boleh menarik pungutan dari siswa. Sebab, kebutuhan siswa SD negeri maupun SMP negeri telah ditutup bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan daerah (bopda) yang bersumber dari anggaran pemerintah.Ia pun menyayangkan, masih adanya sekolah yang memungut siswa dengan besaran tertentu. Sekalipun, alasannya untuk keperluan insidental (keperluan tertentu saja).
"Sekolah ini kan sudah gratis. Berarti atas alasan apapun jangan minta duit. Masak, ada tes olahraga kok pas gawe nomor, siswane dijaluki (masak saat ada tes olahraga dan ada keperluan membuat nomor dada, siswanya yang dipungut). Jangan lah," kata Cak Eri.Sekalipun bersifat insidental, hal ini berpotensi menyulitkan siswa. Buktinya, ia masih menerima laporan dari warga yang keberatan.
"Kalau gratis, ya jangan ada pungutan apapun. Kalau sekolah itu mau, kumpulkan wali murid. Sing sugih, membantu yang nggak duwe. Yang nggak duwe menghormati yang sugih (yang kaya membantu yang kurang mampu. Yang kurang mampu menghormati yang kaya)," katanya.Masalah pungutan liar di Pemkot Surabaya saat ini menjadi atensi Wali Kota. Sepekan terakhir, Cak Eri juga telah menerima laporan adanya pungutan saat proses perizinan dan pelayanan administrasi.
Atas laporan tersebut, Wali Kota juga telah menerjunkan tim untuk memeriksa para pelaku. Sejumlah sanksi disiapkan, mulai dari pemecatan hingga pidana.(team red)
Editor : Investigasi Mabes