12 Juta Perbulan Penghasilan Pengemis di Tulungagung

12 Juta Perbulan Penghasilan Pengemis di Tulungagung
12 Juta Perbulan Penghasilan Pengemis di Tulungagung

InvestigasiMabes.com | Tulungagung - Dengan viralnya Vidio (Gepeng) gelandangan pengemis melempar batu salah satu pengendara mobil di perempatan Jepun.Satpol PP kota Tulungagung tidak henti hentinya untuk Razia kususnya di tempat di mana gelandangan dan pengemis berada.Bahkan, ada yang mengaku penghasilanya mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu sehari atau maksimal sekitar Rp 12 juta per bulan. Menariknya, tiga Pengemis yang dirazia berasal dari luar kota.(4/5)

Hampir setiap hari masih ditemui pengemis yang berada di jalanan, lebih tepatnya di simpang empat jalan raya. Beragam cara mereka lakukan untuk mengais rezeki di jalan, dengan menjadi topeng monyet, manusia silver, hingga hanya bernyanyi saja. Kemarin satpol PP hanya menyasar dua tempat saja, yakni simpang empat Gleduk dan Prayit.Salah seorang pengemis yang terkena razia, Sw, mengatakan bahwa sebelumnya bekerja sebagai buruh tani di dekat rumahnya, di Desa/Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Namun, pekerjaan itu hanya menghasilkan Rp 50 ribu tiap hari. Maka, dia memilih menjadi topeng monyet karena penghasilannya menggiurkan, apalagi di Tulungagung ramai pengendara yang memberinya uang. “Saya pernah mencoba menjadi topeng monyet di Kediri, tapi yang memberi uang sedikit. Sedangkan di Tulungagung sehari bisa Rp 200 ribu, bahkan jika ramai hingga Rp 400 ribu, sejak pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Paling ramai ketika Lebaran kemarin,” tuturnya.

Dia sudah setahun menjadi pengemis dengan topeng monyet di Tulungagung. Setiap hari, dari rumah ke lokasi kerjanya, dia ngendarai motor, bahkan keluarganya juga sudah mengetahui keseharian Sw. Namun, Sw menyembunyikan pekerjaan itu dari tetangganya sehingga kostum tersebut dipakai ketika di Tulungagung.Dia mengaku berpindah-pindah lokasi ketika mengemis. Ada dua tempat tetap yakni simpang empat Jepun dan Prayit. (Fatur)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: