"Darto"Ingin Memakai Alat Bantuan Pertanian Harus Ada Syarat "Begini penjelasannya"

"Darto"Ingin Memakai Alat Bantuan Pertanian Harus Ada Syarat "Begini penjelasannya"
"Darto"Ingin Memakai Alat Bantuan Pertanian Harus Ada Syarat "Begini penjelasannya"

Investigasimabes.com|Lampung Selatan -- Sejumlah petani di Kecamatan palas Kabupaten lampung selatan, Provinsi lampung mengeluhkan mesin pompa air bantuan dari kementrian pertanian yang bersamaan dengan program serasi pada tahun 2019-2020 yang di duga tidak di salurkan kepada para petani atau kelompok yang ada.berdasarkan hasil konfirmasi yang di himpun awak media ini bersama time,mesin pompa air tersebut tidak tersalurkan ataupun di serahkan kepada kelompok petani yang terkena program serasi pada tahun 2019/2020,"

Salah satu anggota kelompok tani lebung jaya 2,inisial (A)Desa mekar mulya kecamatan palas mengatakan,mesin pompa air kementrian pertanian bersamaan dengan program serasi tersebut merk yanmar tidak ada yang di serahkan kepada kelompok-kelopok petani yang ada di Desa mekar mulya.ucapnya.Kemudian Bantuan mesin pompa air ini diserahkan secara langsung oleh instansi,namun ternyata mesin pompa ini tidak di serahkan kepada petani," ujarnya.

Ia menjelaskan,untuk luas sawah yang kini mengalami kesulitan pengairan lebih kurang 50 hektare di Desa setempat,yang terdiri dari dua kelompok tani,yakni kelompok lebung jaya 2 dan Kelompok Egar tani yang sangat membutuhkan mesin pompa air tersebut.ucapnyaSementara itu haji darto selaku ketua gapoktan Desa mekar mulya seolah mempersulit anggota kelompok yang hendak mempergunakan alat tersebut.

Hal itu terlihat,ketika salah satu anggota kelompok hendak mempergunakan atau pinjam pakai harus melalui syarat yang di tentukan olehnya."Siapapun boleh mempergunakan mesin itu

Tapi dengan syarat harus mengembalikan kerugian atau jerih payah saya yang telah memperjuangkan alatTersebut.ucap Darto".

Menyimak keterangan yang di jelaskan saudara Darto,bahwa siapapun yang akan memakai alat pertanian itu harus ada dana untuknya yang merasa dirinyalah yang yang telah berkorban atas adanya bantuan itu,hal ini jelas bertentangan dengan peraturan pemerintah yang inginkan para petani lebih mudah untuk mengelola lahannya dengan harapan hasil lebih maksimal untuk para petani.Kemudian hal itu untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya di tingkat regional dalam rangka menyukseskan program swasembada pangan yang akan menjadikan pertanian sebagai salah satu program prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Rif)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: