InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Kepala Sekolah SMP 4 Banyuwangi, Suhadak S.pd. mengungkapkan keprihatinannya mengenai isu yang beredar terkait salah satu siswa SMPN 4 Banyuwangi yang bernama SF, seorang siswa kelas 7 yang sebelumnya aktif menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), tiba-tiba bantuannya dinonaktifkan.
Kepala Sekolah SMP 4 Banyuwangi, Suhadak, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengusulan bantuan melalui aplikasi Dapodik, sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun, tahapan pencairan bantuan PIP melibatkan beberapa tahap, namun keputusan pengaktifan atau penghentian bantuan berasal dari pusat.
“Tahapan untuk pencairan PIP itu ada beberapa tahap. Setelah pengusulan melalui aplikasi Dapodik, keputusan bantuan PIP ini berasal dari pusat,” ungkap Suhadak, Selasa (13/07/2023).
Kepala sekolah SMP 4 Banyuwangi, Suhadak, Menambahkan, Sekolah juga berkomitmen untuk terus mendukung siswa-siswinya dalam menghadapi tantangan pendidikan dan memperjuangkan hak-hak mereka.
“”Kami telah mengusulkan bantuan PIP untuk siswa SF melalui aplikasi Dapodik, sesuai prosedur yang ada,” tutup Suhadak. (Ony/dkk)
Editor : Investigasi Mabes