Investigasimabes.com | Jakarta -- Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, secara langsung memimpin analisa dan evaluasi (anev) program Quick Wins Presisi Triwulan II tahun 2023 di Posko Presisi pada Selasa kemarin (13/6/2023).Dalam rapat tersebut, Wakapolri menyoroti pentingnya sistem pendinginan (cooling system) dalam menghadapi situasi politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, menjelaskan bahwa Wakapolri menekankan perlunya perhatian khusus terhadap pentingnya sistem pendinginan situasi politik jelang Pemilu 2024.Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah terjadinya gesekan dan konflik yang dapat mengganggu jalannya proses demokrasi.
Dalam anev tersebut, Wakapolri juga memberikan penekanan terhadap peran penting Divisi Humas Polri dalam mengamplifikasi dan mengglorifikasi setiap upaya yang telah dilakukan oleh kepolisian.Wakapolri menginstruksikan agar Divisi Humas Polri terus meningkatkan komunikasi dan memastikan informasi yang disampaikan kepada publik berkualitas serta sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Selain itu, Wakapolri juga menekankan pentingnya pengawasan melekat terhadap anggota kepolisian oleh para Satuan Kerja (Satker) dan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil).Wakapolri meminta agar tidak ada pembiaran terhadap anggota yang terlibat dalam pelanggaran hukum atau melanggar kode etik kepolisian.
Hal ini menurutnya, untuk menjaga integritas dan profesionalisme anggota kepolisian serta memastikan netralitas kepolisian selama proses Pemilu 2024.Dalam konteks pelaksanaan Quick Wins Presisi, Wakapolri menekankan agar program ini dilaksanakan secara optimal.
Wakapolri meminta agar tidak ada lagi kendala teknis terkait operator atau personel yang dapat menghambat efektivitas program tersebut.Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara kegiatan Bhabinkamtibmas dengan program Polisi RW guna memperkuat kehadiran kepolisian di tengah masyarakat.
Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Wakapolri meminta jajaran kepolisian untuk mengoptimalkan patroli guna menekan kejahatan konvensional.“Respons cepat terhadap laporan dan aduan masyarakat juga menjadi perhatian penting dalam menjaga kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kepolisian,” ujar Wakapolri.
Terakhir, Wakapolri menekankan pentingnya peningkatan pelayanan praktis kepolisian.Ia mengingatkan para jajaran untuk mengoptimalkan layanan seperti call center 110, superapps Presisi, Signal, SKCK online, SINAR, dan layanan lainnya.
Ia juga berharap agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tetap berkualitas dan memenuhi kebutuhan mereka.“Dengan memberikan pelayanan terbaik, diharapkan masyarakat akan semakin tertarik untuk menggunakan aplikasi layanan yang telah disediakan oleh kepolisian,” pesannya.
Wakapolri juga menegaskan bahwa keberhasilan Quick Wins Presisi dan upaya menjaga situasi politik yang kondusif menjelang Pemilu 2024 sangat bergantung pada kerja sama dan sinergi antara seluruh jajaran kepolisian.Ia mengajak semua anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan selalu mengutamakan pelayanan dan kepentingan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota kepolisian yang telah bekerja keras dan berdedikasi dalam menjalankan tugas-tugas mereka.Ia mengatakan bahwa peran dan kontribusi mereka sangat penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Dengan adanya anev ini, diharapkan kepolisian dapat terus mengoptimalkan upaya-upaya mereka dalam menjaga situasi politik yang kondusif menjelang Pemilu 2024.Melalui sinergi antara Divisi Humas Polri, Satker, dan Kasatwil, serta dengan pelayanan praktis yang ditingkatkan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian semakin meningkat.
“Posko Presisi akan terus menjadi pusat koordinasi dan pemantauan untuk memastikan implementasi program Quick Wins Presisi berjalan dengan baik,” jelas Wakapolri.Tambanya lagi, “Dengan upaya yang terus dilakukan oleh kepolisian, diharapkan Pemilu 2024 dapat berjalan lancar, aman, dan demokratis.”
Karena itu, di tengah perhatian yang diberikan oleh kepolisian terhadap pentingnya cooling system situasi politik jelang Pemilu 2024, masyarakat diharapkan juga dapat mendukung dan menjaga suasana yang kondusif.“Dengan saling menghormati perbedaan pendapat, mengedepankan dialog yang konstruktif, dan menghindari provokasi atau tindakan yang dapat mengganggu kedamaian, kita dapat membangun proses demokrasi yang sehat dan berkelanjutan,” pesannya lagi.
Terhadap semua tantangan dan hambatan di tahun politik, Ia menjamin kepolisian Republik Indonesia siap menjalankan tugasnya sebagai pengawal keamanan dan penjaga ketertiban masyarakat dalam menjaga situasi politik yang kondusif menjelang Pemilu 2024.“Dalam semangat menjunjung tinggi demokrasi, keadilan, dan keberlanjutan, kepolisian berkomitmen untuk melindungi hak-hak warga negara dan menjaga stabilitas bangsa,” pungkasnya. (Rvl)
Sumber : Humas Polri
Editor : Investigasi Mabes