InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Masyarakat Banyuwangi dalam mendapatkan Gas 3 Kg/Gas Melon, beberapa minggu terakhir ini mengalami kesulitan akibat kelangkaan barang baik di tingkat pengecer maupun pangkalan, demikian juga pada warung-warung kecil ataupun toko.
Menurut salah satu distribusi pada tingkat pangkalan (Jl /52) "suplay dari Agen saat ini sudah mulai normal, tapi saya juga tidak tahu, kok saya lihat di lapangan beberapa toko atau warung masih terlihat tidak ada stok barang (Gas Elpiji 3 Kg/Melon) menurut (Jl) menyampaikan pada media.
Sementara itu, menurut beberapa ibu rumah tangga di daerah sekitar Kampung Melayu, mengatakan untuk dapat membeli Gas Melon 3 kg di toko, pembeli harus menunjukkan KTP dan hanya dibatasi membeli maksimal 2 tabung saja dan harganyapun sudah mengalami kenaikan, biasanya dijual/umumnya harga Rp 17-18.000, sekarang menjadi Rp 20.000. Bahkan informasi dari ibu-ibu pembeli lainnya, saudaranya yang berada di daerah Nggalekan Wongsorejo, sudah membelinya dengan harga mencapai Rp 25.000.
Salah satu pedagang penjual/usaha gorengan, mengatakan juga sempat mengalami kesulitan membeli gas 3 kg, pada akhirnya dia mendapatkan dengan harga Rp 20.000 di salah satu warung yang masih tersedia.
Kelangkaan gas tersebut, masyarakat menduga adanya penimbunan pada tingkatan distribusi di tingkat pangkala, karena toko atau warung tidak mungkin melakukan penimbunan karena terbatasnya stok tabung yang dimiliki untuk dijual langsung.
Kondisi yang sudah berjalan hampir 2 minggu ini, masyarakat menduga akan terjadi kenaikan harga yang biasanya telah dipatok secara umum/biasanya dipasaran untuk membelinya. Bila dikaitkan dengan kelangkaan karena kebutuhan dalam menyongsong Hari Besar Idul Adha, masyarakat mempertanyakan dengan membandingkan pada waktu Hari Raya Idul Fitri saja kemarin, tidak ada kelangkaan tabung gas, kalau alasannya hal tersebut. Berharap Pemerintah Daerah Banyuwangi dapat memantau dan memperhatikan masalah tersebut karena gas 3 kg telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat luas saat ini. (Red)
Editor : Investigasi Mabes