InvestigasiMabes.com Siduarjo -Tumpukan sampah yang ada di. dalam GOR Sidoarjo dikeluhkan warga yang mempergunakan untuk fasilitas olaraga. Ini menyusul, tumpukan sampah itu tak kunjung dibersihkan.
Berdasarkan pantuan di lapangan, tumpukan sampah tidak hanya ada di tengah lapangan. Akan tetapi juga di seluruh tribun. Selain itu juga menumpuk di. lokasi sekitar GOR itu.
Hingga siang harinya, baru ada sekitar 10 petugas kebersihan membersihkan bagian dalam GOR. Namun hingga pukul 13.00 WIB bagian dalam lapangan belum terselesaikan. Yakni baru dibersihkan sampah atas rumput lapangan bola itu. Padahal, biasanya sesuai GOR dan sekitarnya dimanfaatkan acara besar seperti itu langsung dibersihkan.
Pemandangan tak sedap tumpukan sampah itu dikeluhkan para pengunjung GOR terbesar itu. Diduga menumpuknya sampah ini disebabkan karena para petugas kebersihan itu. Selain itu juga disebabkan menurunnya jumlah petugas kebersihan.
"Sampahnya agak menumpuk. ucap salah seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya ini kepada investigasimabes.com, rabo (05/07/2023).
Sedangkan salah seorang pengunjung GOR, menilai sampah yang berserakan dan menumpuk di. GOR tidak sedap dipandang. Selain itu, terkesan jorok dan tidak bersih.
"Biasanya setelah kayak kemarin langsung dibersihkan petugasnya. Sekarang terbengkalai tak ada petugas yang membersihkan," ungkapnya.
menjelaskan seharusnya petugas kebersihan langsung membersihkan arena GOR dan sekitarnya pasca acara. Hal ini lantaran tugas membersihkan adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang menangani pengelolaan GOR.
"Karena GOR selama ini dikenal bersih dari sampah. Kan biasanya digunakan rest area warga sekitar baik pagi maupun sore hari untuk sekedar refreshing terutama Harusnya dibersihkan," pintahnya.
Sementara Kepala Disporpar Pemkab Sidoarjo, yang menangani pengelolaan GOR mengaku bakal tetap membersihkan sampah berserakan itu. Akan Tetap dibersihkan. Tapi bagian dalam stadion dulu yang dibersihkan. Baru lingkungan diluar GOR yang dibersihkan.(tok)
Editor : Investigasi Mabes