InvestigasiMabes.com | Blitar - Banyaknya keluhan dari Walimurid terkait program PPDB bertaraf Zonasi (tempat terdekat dari sekolah yang di tuju).Karena banyaknya KK yang di duga di permainkan di dalamnya, karenakan ada kasus yang anaknya daftar di salah satu sekolah SMK/SMA yang tidak bisa masuk di karenakan Zonasi sudah penuh.
Dugaan ini juga di lontarkan oleh salah satu dewan perwakilan rakyat (DPRD) kota Blitar Mereka menyebut, masih ada penambahan atau penitipan anggota keluarga lain pada salah satu kartu keluarga (KK) untuk mendapat sekolah favorit dengan sistem zonasi.Mirisnya, hal ini membuat banyak siswa asli Kota Blitar yang justru tergeser hingga tak terdaftar di sekolah negeri.
“Kami mengundang Cabdindik Blitar untuk dengar pendapat, karena memang ada beberapa laporan. Kemudian ada sekitar 20 persen siswa Kota Blitar yang belum mendapatkan sekolah, padahal juga asli warga Kota Blitar,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi,Menurutnya, titip KK diduga masih dilakukan untuk mendapatkan sekolah incaran. Itu karena ada beberapa warga yang melaporkan anaknya tidak mendapatkan sekolah, meskipun berdomisili di Kota Blitar.
“Harusnya ini (titip KK) bisa diminimalisir saat PPDB jalur zonasi. Karena memang Dispendukcapil tidak bisa memfilter alasan pindah KK dan sebagainya,” terangnya.Nuhan menyebut, kecurangan dengan titip KK diduga sudah dilakukan sebelum PPDB berlangsung. Bahkan setahun sebelumnya. Hal itu disesuaikan dengan aturan kemendikbud yang memperbolehkan perpindahan domisili minimal satu tahun.
“Nah aturan itulah yang disiasati, sebelum PPDB mereka sudah pindah atau titip KK. Dan ini kita harapkan ada upaya perbaikan pada aturan Kemendikbud maupun Dispendukcapil,” jelasnya.(team Red)
Editor : Investigasi Mabes