InvestigasiMabes.com | Pekanbaru -Pekanbaru, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau menjalankan program yang sudah dirumuskan oleh BAZNAS secara nasional.
Ketua BAZNAS Provinsi Riau Ust H. Masriadi Hasan Lc, M.Sha saat berbincang-bincang dengan Media Investasi di Ruangannya, memaparkan bahwa untuk Provinsi Riau ada namanya Riau Makmur, ada Riau Cerdas, ada Riau Sehat, ada Riau Peduli dan ada juga Riau Dakwah.
Jadi, semua BAZNAS di Indonesia mengadopsi 5 program ini, butirannya boleh berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang berada di daerah masing-masing.
Dikatakan Ust. Masriadi Hasan, di Riau ini boleh dikatakan cukup banyak keadaan ekonomi yang Memang memerlukan bantuan yang bersifat konsumtif, kita ajak masyarakat yang memiliki harapan untuk berkembang maka mereka ini kita berdayakan supaya mereka tidak menjadi miskin atau tidak lagi miskin walaupun tak kaya tapi jangan miskin dengan memberikan bantuan modal ada juga diantaranya kita berikan pelatihan, tapi kebanyakan adalah modal karena kalau untuk pelatihan itu prosesnya cukup lama, kita harapkan nanti bisa berkembang sendiri kata Ust Masriadi Hasan.
Oleh karena itu syaratnya, orang yang sudah memiliki usaha tapi tidak bisa berkembang, karena kalau diberi usaha dari nol ini biasanya orang akan sulit sekali berkembangnya karena tidak punya keahlian dan kepandaian dalam manajemen keuangan itulah orang-orang yang diberikan bantuan konsumtif sifatnya.
Kemudian orang-orang fakir yang tidak memiliki kemampuan bekerja lagi dan juga tidak memiliki sumber keuangan bagi kehidupan, mau tidak mau yang ada cuman harus bisa menerima apa adanya, nah ini yang perlu kita berikan subsidi setiap bulannya.
Kemudian ada Riau cerdas yaitu bantuan beasiswa pendidikan, ini kita berikan kepada anak-anak yang sedang kuliah baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri, apakah di Universitas Swasta atau Universitas Negeri itu kita berikan bantuan-bantuan pendidikan terutama bagi anak-anak yang tidak mampu untuk kuliah.
Kemudian ada namanya bantuan hutang pendidikan untuk anak-anak yang berada di sekolah menengah ke bawah biasanya mereka jadi masalah dengan pembayaran kewajiban-kewajiban mereka di sekolah itu akan menjadi hutang Kalau tidak dilunasi, itu pasti akan mengancam keberadaan mereka di sekolah mungkin diskor atau ada model lain dan sebagainya, Nah kita tidak ingin ada anak-anak yang tidak bersekolah karena ke depan mereka ini mau jadi apa, kalau tidak sekolah mereka bisa bekerja apa, karena itu kita punya keinginan bagaimana supaya Minimal anak ini selesai SMA.
Ketiga ada namanya program Riau Sehat, ini untuk membantu masyarakat yang tidak mampu berobat atau mendapatkan fasilitas pengobatan, Alhamdulillah kita juga sudah bekerja sama dengan RSUD, sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dengan menggerakkan zakat, di sana juga kita Salurkan untuk menangani masyarakat-masyarakat yang tidak mampu atau memiliki ketidak mampuan membayar biaya biaya Pengobatan di Rumah Sakit itu.
Keempat ada modelnya pembangunan fasilitas sekolah itu kita bangun 3 Pondok, satu di Pulau Rupat, kemudian di Pulau Bandar dan satu lagi dirangsang pesisir, yangterdiri dari 3D namanya.
Kita mengajak orang, istilahnya muslim, untuk masuk ke dalam agama agar mendapatkan ilmu tentang agama ini, walaupun dakwah Islam itu sudah masuk
secara luas, orang-orang Islam yang berada di pesisir juga ada mendapatkan dakwah seperti dengan program-program di kota ini, kita sediakan Guru-gurunya atau ustad dan ustadzahnya, kita biayai dan kita kirimkan kesana.
Kita juga menangani masyarakat yang ditimpa oleh bencana-bencana seperti kebakaran, bencana banjir atau bencana apa saja, itukan bencana alam sifatnya walaupun sudah ditangani baik yang besar maupun yang kecil, BAZNAS ikut terlibat aktif di dalamnya menyediakan fasilitas, menyediakan konsumsi, menyediakan barang makanan, itulah 5 program yang ada di BAZNAS Provinsi Riau ucap Ust. Masriadi Hasan.
Jika ada hal-hal yang dirasa kurang pas kita berharap masyarakat memberikan memberitahukan kepada kita.
Terkait pembelian Beras, dan Sembako lainnya, itu nanti dikendalikan sepenuhnya oleh bagian pendistribusian dan juga didampingi oleh bagian keuangan untuk lebih amannya, supaya tidak terjadi di situ kekeliruan, bukan kita tidak percaya tetapi ini untuk mengantisipasi kekeliruan, tentu saja kita ingat mengingatkan, itu penting untuk pertanggungjawaban disuatu hari nanti.Karena cakupan kita cukup luas maka barang-barang yang sudah kita beli itu ada dua model yang kita buat, pertama kita titip dulu kepada grosirnya, nanti ketika kita ambil langsung distribusikan.
Yang kedua ada juga memang kita stop di sini (kantor/gudang) seperti beras, kita punya beras namanya BAZNAS, beras BAZNAS itu kita pilih di sini karena jumlahnya banyak tentunya di gudang / kantor, contoh beras, karena jumlahnya ada 5000, kalau tidak nanti akan jadi permasalahan.
Kemudian setelah didata lalu distribusikan, itu pun diawasi oleh pimpinan, biasanya diikutkan warga kemudian kepala bagian pendistribusian, kata Ust. Masriadi Hasan mengakhiri pembicaraan. (Ef).
Editor : Investigasi Mabes