Investigasimabes.com | Surabaya - Buntut dari viralnya keluhan Walimurid terkait harga seragam di koperasi sekolah yang di anggap malah, gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa langsung morotorium di koperasi sekolah.(4/8/23)
Beberapa pekan lalu viral harga jual seragam sekolah, yang mencapai jutaan rupiah,itu sangat di keluhkan oleh orang tua murid, sehingga banyak media memberitakan.
Sikap gerak cepat akan keluhan ini, Khofifah Indar parawansa langsung memonitoring surve di sekolah yang ada di wilayahnya.
Moratorium pembelian atau penjualan seragam sekolah tersebut diberlakukan sejak 27 Juli 2023. Kebijakan itu diterapkan sampai ada surat keputusan mengenai standar satuan harga seragam sekolah untuk siswa SMAN/SMKN dan SLB negeri di seluruh Jawa Timur.
Kebijakan moratorium penjualan seragam sekolah melalui koperasi sekolah diambil oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur untuk menyikapi polemik di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Tulungagung. Masyarakat melaporkan ada sekolah yang menjual seragam dengan harga jutaan rupiah kepada siswa baru sehingga memberatkan orangtua murid.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim juga telah membuat keputusan untuk melarang koperasi menjual seragam sekolah. Hal ini untuk mencegah potensi terjadinya pungutan liar (pungli) melalui penjualan seragam di sekolah.
"Kemarin saya panggil seluruh,kacandin dan Dindik untuk merapat pembahasan tentang seragam,"jelasnya.
"Jika masih ada yang bermain didalamnya Khofifah siap menindak dengan tegas, seperti penon aktifkan sampai pemecatan,"tegasnya.
”Silakan koperasi tetap beroperasi tetapi untuk sementara tidak diperkenankan menjual seragam sekolah sampai proses penataan selesai,” ujar Khofifah.
Langkah itu, merupakan bentuk ketegasan Khofifah menyikapi masalah penjualan seragam di sejumlah daerah di Jawa Timur agar segera tuntas. Pemprov Jatim juga telah membuat keputusan untuk melarang koperasi menjual seragam sekolah. Hal itu juga dilakukan untuk mencegah potensi terjadinya pungutan liar (pungli) melalui penjualan seragam di sekolah.(team Red)
Editor : Investigasi Mabes