Investigasimabes.Com, Luang Maluku Barat Daya, Sejumlah Insiden yang terjadi di Pulau Luang akhir akhir membuat cemas masyarakat terutama pada saat Kapal Perintis masuk Luang selalu saja meninggalkan masalah sehingga menyebabkan korban pada beberapa tahun lalu, juga sampai dengan saat ini dimana kejadian tenggelam nya Jolor membuat polimik hingga hingga saat menimbulkan banyak pikiran dan pendapat para pemikir sehingga atas berbagai pertimbangan keselamatan emberkasi dan Deberkasi Kapal sejumlah pihak meminta agar untuk sementara waktu Kapal Perintis tidak menyinggahi Luang dan Para Penumpang hendak nya mencari Pelabuhan yang aman dimana terdapat sarana Pelabuhan seperti pelabuhan Mahaleta.-Terkait Persoalan ini Kepala Kantor UPP Wonreli saat di konfirmasi wartawan media ini terkait dengan ada isu bahwa kapal perintis tidak lagi menyinggahi Luang mengatakan dari sisi aturan dan per undang undangan yang berlaku kusus menyangkut pelabuhan maka sebenarnya Luang tidak di singgahi kapal Perintis / Penumpang karna ini berhubungan dengan manusia dan barang, karna keselamatan Penumpang yang paling di utamakan.
Lebih lanjut menurut nya, Saya sebelum di tugaskan di Pelabuhan Wonreli Luang suda di singgahi Kapal Perintis, jadi saya pun tidak tau siapa yang mengijinkan sebenarnya tidak perbolehkan karna belum di sediakan fasilitas kepelabuhanan meskipun demikian karna kepentingan masyarakat banyak maka Luang di perbolehkan untuk di singgahi kapal Perintis atau Penumpang. Karna kepentingan masyarakat di pulau Luang.Saya sebagai Petugas hanya menyampaikan dan menegakan Aturan tetapi terkait masuk kapal di Luang itu tergantung Pelni karna mereka adalah Operator Kapal Kapal Perintis jadi jika di ijinkan oleh Pelni untuk masuk di Luang semua keputusan tergantung Pelni saja.
Saya hanya mengawasi karna kapal singga di luang maka tugaskan anggota saya di sana kan jelasnya.Karena itu saya menghimbau masyarakat agar selalu waspada pada saat emberkasi penumpang dan barang utamakan keselamatan jangan terburu buru naik kapal dengar aba aba dari Nakoda Kapal sehingga tidak menjadi korban jiwa dan harta benda.(red-gayus)
Editor : Investigasi Mabes