Sungguh sangat menyedihkan siswa siswi SDN 378 di saat belajar, Sikara-kara SP4 Kec.Natal

Sungguh sangat menyedihkan siswa siswi SDN 378 di saat belajar, Sikara-kara SP4 Kec.Natal
Sungguh sangat menyedihkan siswa siswi SDN 378 di saat belajar, Sikara-kara SP4 Kec.Natal

InvestigasiMabes.com| Mandailing Natal - Semenjak terbakar nya sekolah SDN NO 378 sikara-kara sp4 beberapa tahun yang lalu pas nya di bulan agustus 2022 sampai sekarang belum ada perhatian dari dinas pendidikan mulai dari pusat,provinsi,maupun kabupaten. 

sedih dan terasa terharu melihat siswa siswi nya belajar di lapangan bola kaki milik desa, cuma beralaskan tikar dan terpal yang di bawa murid dari rumah masing masing. 

sampai sekarang hampir mau setahun bangunan yang sudah di lalap si jago merah belum ada sedikit pun tersentuh bangunan maupun pondasi nya dari pihak manapun.

adapun perusahaan di sekitar desa tersebut tidak ada sedikit pun perhatian bagi murid murid yang sedang membutuh kan tempat belajar atau pun tenda darurat,untuk berlindung maupun berteduh di saat cuaca panas maupun hujan. 

papan tulisnya pun sekedar bisa menulis sungguh kasihan melihat anak anak yang sedang belajar cuma beralaskan tikar.begitu banyak nya perusahaan yang ada di pantai barat ini,tidak satupun terbuka hati nya untuk anak anak yang sangat membutuhkan tempat belajar untuk menuntut ilmu maksimal nya bantuan untuk tempat belajar seperti mobiler,kursi,meja ataupun papan tulis 

begitu juga dari pemerintah sampai sekarang belum ada tindak lanjut nya untuk mendirikan kembali sekolah yang rata dengan tanah yang di akibat kan kebakaran beberapa tahun yang lalu. 

orang tua murid bermohon supaya cepat di tindak lanjuti pihak pemerintah supaya anak-anak mereka nyaman belajar dan bisa pokus di saat jam belajar,awak media sempat menjumpai kepala sekolah Suwarno spd di saat latihan untuk 17 agustus nanti,beliau mengatakan sampai"sekarang belum ada tanda-tanda untuk bangunan sekolah nya ucap beliau kepala sekolah nya di hadapan awak media yang sedang investigasi ,ref(tunas harapan/ ilman)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: