InvestigasiMabes.com | Pekanbaru - Pemerintah Propinsi Riau Melakukan Rehab Ruang Intalasi Udara Kantor Dinas PUPRPKPP melalui anggaran Tahun 2023 sebanyak 7,3 Miliar lebih , namun tidak mencantumkan Plang nama papan proyek yang semestinya harus di buat karena dana pembuatan plang proyek itu sudah bagian dari dana kontrak pelaksanaan kegiatan.
Hal ini dikatakan oleh Ruslan Hutagalung Ketua LSM-KPB ( Kesatuan Pelita Bangsa ) kepada Media Investigasi.
Ruslan menilai adanya dugaan penyimpangan dalam pembelian barang yang tidak sesuai mereknya pada kontrak pekerjaan yang sudah di sepakati antara rekanan pelaksana bersama PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen ) pada Bidang Cipta Karya.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau Thomas Larfo Dimeira, ST yang mendapatkan amanah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran sulit untuk dijumpai dan dikonfirmasi kata Ruslan.
Dikatakan Ruslan, Melihat tata pelaksanaan rehab intalasi ruang udara tersebut, yang dari berbagai merek negara, sangat menimbulkan kecurigaan besar akan adanya indikasi penukaran merek terhadap mesin2 yang berbeda dengan merek dalam kontrak sehingga papan nama proyek tidak di beberkan ke publik atau tidak di pasang dan berkemungkinan diduga nama personil tenaga ahli pemasangan mesin2 tersebut bukan nama yang ada pada kontrak.
Ruslan hutagalung sudah berusaha menemui bapak yang terhormat Thomas Larfo Dimeira, ST selaku Kepala Bidang untuk konfirmasi dan melihat isi Kontrak tentang apa saja yang tertuang pada kontrak itu, tidak berhasil di temui dan WhatsAppnya pun tidak menjawab.
Rusalan Hutagalung menghimbau Inspektorat, BPKP, BPK harus benar benar memastikan pembayaran proyek tersebut sesuai dengan merek dan KWH /PK mesin yang ada pada kontrak beserta pembayaran upah kerja personil sesuai pada nama2 yang ada pada kontrak serta para Tenaga Ahli pemasangan unit mesin.
Sementara Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau Thomas Larfo Dimeira, ST ketika Media Investigasi datangi ke kantornya selalu tidak bisa dijumpai, menurut Security-nya bapak harus buat janji dulu dengan pak Kabid, kalau nggak tak akan bisa bapak bertemu karena ia jarang masuk ke sini (Kantor ini) kata security itu. (Ef).
Editor : Investigasi Mabes