InvestigasiMabes.com |Kampar -- Upaya menjadikan generasi emas 2045 bukanlah tugas yang sederhana,Salah satu tantangan utama yang harus diatasi adalah masalah stunting yang masih melanda bayi dan anak di bawah usia dua tahun di Indonesia.Situasi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Kampar untuk merancang strategi penanganan stunting yang lebih fokus guna mendukung visi generasi emas Indonesia 2045.
Dalam rangka penanganan stunting, Pemerintah Kabupaten Kampar, melalui Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kabupaten Kampar turut mengambil langkah nyata, Kali ini Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Kampar, drg. Yusi Prastiningsih Firdaus, MM, memimpin Sosialisasi Pembinaan TPPS Desa di Kecamatan Perhentian Raja pada hari Selasa, 29 Agustus 2023.Acara yang digelar di Aula Kantor Camat Perhentian Raja ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan. Turut hadir Camat Perhentian Raja, Agus Wiyana, S.PDi, Wakil Ketua IV TP PKK Kabupaten Kampar, drg Eva Yudiarti, serta sejumlah anggota tim dan kader PKK dari berbagai Desa. Juga hadir Ketua TP PKK Kecamatan Perhentian Raja, Nurul Bariah, serta perwakilan dari Puskesmas Perhentian Raja.
Dalam sambutannya, Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Kampar, drg. Yusi Prastiningsih Firdaus, MM, menggarisbawahi pentingnya kegiatan ini dalam memberikan pemahaman mendalam kepada kader PKK dan Posyandu. Dia menyatakan, "Kami akan melakukan roadshow untuk memberikan intervensi dan pembinaan kepada kader TPPS Kecamatan dan Desa, serta meningkatkan kapasitas TPPS."ujarnya.
Selain itu, Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Kampar juga menekankan perlunya perencanaan gaya hidup sehat di dalam keluarga. Stunting menurutnya, bukan hanya tentang kekurangan gizi semata, melainkan juga berkaitan dengan perilaku hidup yang sehat.terangnya.Camat Perhentian Raja juga menegaskan peran penting PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi masalah stunting.
Pada kesempatan ini, para camat diinstruksikan untuk memaparkan pencapaian, kendala, serta rencana kerja dalam penanganan stunting di wilayah masing-masing.
"Kami akan mengevaluasi angka prevalensi stunting, merencanakan tindak lanjut, dan mendukung upaya percepatan penurunan stunting di desa-desa," tegas drg. Yusi.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya mewujudkan generasi emas 2045. Dengan perhatian dan langkah-langkah konkret seperti ini, diharapkan masalah stunting dapat ditekan secara efektif, mendorong pertumbuhan generasi yang sehat dan kuat, serta membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang.(Abd.malik)
Editor : Investigasi Mabes