InvestigasiMabes.com l Pati -- Beberapa waktu kemarin warga Kabupaten Pati masih di ingatkan dengan berbagai permasalahan, terutama mengenai banyaknya jalan yang berlobang atau rusak.DPUPR ( Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang ) Pati sebagai dinas yang pembantu pemerintahan dalam hal merumuskan atau memperbaiki segala sesuatu yang bersangkutan dengan pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Pati, ikut serta mendapatkan kritik dari berbagai kalangan masyarakat.
Ini menjadi sebuah tugas yang berat bagi siapa saja yang menjabat di DPUPR, apalagi saat itu adalah musim penghujan, tentunya dalam memelihara atau memperbaiki jalan akan mengalami hambatan.Dengan berbagai kritikan dari masyarakat Pati, ini menjadi sebuah cambukan untuk Kepala Dinas PUPR yang saat ini di jabat oleh Riyoso.
Dengan mengemban tugas srerta tangggung jawab untuk segala infrastruktur yang ada di wilayah Kabupaten Pati. Di musim kemarau Riyoso bergerak cepat memperbaiki ruas jalan yang ada di kabupatekn Pati.Ini bisa dilihat saat ini adanya perbaikan di ruas jalan Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana - Desa Kuniran Kecamatan Batangan yang kemarin rusak parah, kini sudah diperbaiki dengan total panjang penanganan 2992 m, dengan anggaran Rp 7.410.655.000,00 , yang dikerjakan oleh CV. LARISSA KONSTRUKSI, dengan jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender dari 15 Mei 2023 s/d 11 Oktober 2023.
Kepala DPUPR Riyoso menugaskn anak buahnya Kabid Bina Marga Hasto Utomo, ( 1/9/2023 ) untuk turun ke lapangan mengecek berapa persen pengerjaan itu.Sampai dilapangan Hasto Utomo mengatakan, " pekerjaan jalan sepanjang 2492 m ini sudah di kerjakan kurang lebih 65 persen (%), dari semua kegiatan, yang terdiri dari pengaspalan, pengecoran bahu jalan, dan talut ".
Pemkab Pati saat ini memang serius menangani setiap jalan yang rusak, ini bisa di lihat dibeberapa titik adanya kegiatan perbaikan jalan di Pemkab Pati.Semua harus bersabar karena semua harus melalui perencanaan dan pelaksanaan yang bertahap tidak bisa seperti Om Jin yang hanya bilang BIM SALABIM langsung jadi.
KontributorTim jateng
Editor : Investigasi Mabes