17 Tahun Mengabdi Juliani Masih Tenaga Honorer, Pemda Harus Memperjuangkannya

17 Tahun Mengabdi Juliani Masih Tenaga Honorer, Pemda Harus Memperjuangkannya
17 Tahun Mengabdi Juliani Masih Tenaga Honorer, Pemda Harus Memperjuangkannya

InvestigasiMabes.comMadina -- Ingin menjadi seorang Pegawai negeri sipil PNS impian banyak orang, terutama orang yang telah lama mengabdi untuk negara, apalagi orang yang masih menjadi tenaga honorer di sekolah sekolah pasti niatnya ingin menjadi seorang pegawai negri sipil.Dibahas dengan tenaga kerja honorer di satuan perangkat daerah (SKPD) yang jelas belum memenuhi upah minimum kota (UMK) nyatanya masih banyak juga orang yang mau jadi tenaga honorer di sekolah sekolah dengan harapan suatu saat bisa menjadi seorang PNS, tapi karena perubahan terjadilah sekarang menjadi Tenaga Kerja pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) itupun impian semua orang juga di satuan tenaga pendidikan.

Banyak nya tenaga honorer yang mengabdi di kalangan pendidikan dengan waktu yang cukup lama termasuk seperti Juliani umur 50 warga Desa Simaninggir Kecamatan Siabu kab.mandailing natal (Sumut) sudah mengabdi hampir 17 tahun jadi tenaga honorer di SD Negeri 024 sampai sekarang masih status guru honorer dengan gaji 1 juta perbulan,beliau berharap sangat bisa jadi PNS atau PPPKJuliani merupakan Honor tenaga kerja suka rela (TKS) di SDN 024 sebelum nya merupakan Honor komite Sekolah gaji cuma 1 juta Rupiah itupun tidak tiap bulan cairnya,dilihat dari gaji tersebut jauh jauh dari kata cukup,apalagi suami juliani sekarang sakit stroke,

juliani dan suami nya dulu sebelum kawin sama sama duda dan janda sudah memiliki anak masing masing, anak dari perkawinan juliani dan suaminya, sekarang sudah berumur 13 tahun dan sudah kelas 6 (Enam).Apalagi suami juliani sangat membutuhkan biaya berobat cuma duit yang 1 juta itulah di bagi untuk kebutuhan dan untuk berobat sang suami juliani nya kalau di bagi jelas tidak akan cukup.

suami dan juliani tinggal di perumahan sekolah SDN 024 Simaninggir karena juliani tidak sanggup untuk mengontrak rumah makanya perumahan sekolah di tempati untuk sementara waktu,untuk membantu kebutuhan lain juliani membuka kantin kecil kecilan sebelum nya kantin tersebut di kelola guru lain yang sekarang sudah menjadi PPPK (P3K) dan sudah pindah tugas pula.Dari tahun 2006 juliani sudah mengabdi menjadi seorang tenaga honorer pengajar di sekolah SD di kelurahan Siabu namun pindah ke SDN 024 Simaninggir.

Juliani merupakan lulusan PGSD D2 dan sekarang tidak sanggup melanjutkan ke sarjana S2 karena terkendala soal biaya,pindah nya juliani pas di tahun itu juga sebetul nya ada pengangkatan PNS tapi karena kepala sekolah nya tidak bisa membantu soal pemberkasan CPNS,sudah sering ada pengangkatan PNS dan PPPK,pelamaran,juliani tidak bisa mengikuti pelamaran tersebut karena ijajah pendidikan juliani tidak memenuhi syrat,untuj pengangkatan PNS dan P3K karena guru wajib S1 itulah menjadi penghalang juliani nya untuk pelaman PNS dan P3K nya.

Ringgo merupakan salah satu pengurus Forum komunikasi Tenaga Honor Sekolah Negeri - di Satuan Kerja perangkat daerah (FKTHSN-SKPD) kabupaten mandailing natal.Ringgo menjelaskan dari dulu kita bersama sama berjuang untuk nasib tenaga honorer,banyak yang sudah satu payung bersama kita kini sudah banyak menjadi P3K dan PNS kata Ringgo nya

Dimata Ringgo nasib juliani sangat miris dan sangat membutuhkan perhatian dan, meminta Persatuan Guru Republik indonesia (PGRI) Kab.mandailing natal memprioritaskan kesedihan saudara juliani,Ringgo sangat iba dan perihatin melihat nasib dan kondisi juliani nya.mari kita bersama sama meminta kepada kementrian pendidikan untuk mengkaji dan menimbang nasib guru guru yang sudah lama mengabdikan diri untuk negeri dengan gaji yang sangat minim ucap nya.

Juliani di katakan Ringgo menangis dan sedih melihat nasib nya yang sudah belasan tahun mengabdi kan diri,namun sebagian orang masih muda sudah di angkat menjadi P3K.seperti pengelola kantin yang sebelum nya kata juliani nya dengan mata berkaca kacaRinggo berharap kepada pemerintah Madina untuk melayakkan hidup julianinya karena di sebabkan suaminya yang mengalami sakit stroke. (Ilman).

Editor : Investigasi Mabes
Tag: