InvestigasiMabes.com l Saumlaki -- Salah Satu Aktivis di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Nikolas Besitimur, dan juga Sosok Tokoh Pemuda Seira Blawat itu, mewakili Masyarakat Seira meminta perhatian khusus Dinas Perikanan Kepulauan Tanimbar terkait bagaimana mencegah penyakit yang menyerang Rumput Laut Masyarakat Seira. Hal ini disampaikan Besitimur kepada awak media ini, Sabtu 04/11/2023.ia (Besitimur red-)," menuturkan berdasarkan Peraturan Menteri Kelauta dan Perikanan Republik Indonesia, bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 38 ayat (1) Peraturan Presiden No.63 Tahun 2015 tentang Kementrian Kelautan dan Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden No.2 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Presiden No.63 Tahun 2015 tentang Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Pasal 197 ayat (1) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.48/PERMEN-KP/2020 tentang Organisasi dan tata kerja serta untuk menindaklanjuti kebijakan penyederhanaan birokrasi guna mewujutkan Organisasi Kementrian Kelautan dan Perikanan yang lebih proporsional, efektif dan efisien, perlu menata kembali organisasi dan tata kerja Loka Riset Budidaya Rumput Laut.
Selanjutnya, dalam Pasal 3 referensi Undang-Undang Kementrian dan Kelautan di atas, ada beberapa fungsi diantaranyan;- Penyusunan, Pemantauan, dan evaluasi rencana, program, dan anggaran, serta pelaporan dibidang riset budidaya rumput laut;
- Pelaksanaan penelitian budidaya rumput laut dibidang sumber daya, biologi, bioteknologi, ekologi dan lingkungan;- Pengelolaan prasarana dan sarana riset.
Besitimur menambahkan bahwa, pada dasarnya masyarakat di Seira Blawat Kecamatan Wermaktian, Kepulauan Tanimbar, yang mana menggantungkan perekonomian mereka pada budidaya rumput laut dalam beberapa tahun terakhir, petani rumput laut di Seira sering mengalami gagal panen."Tambah Besitimur, gagal panen rumput laut merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat Seira blawat. hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, serangan hama. Dan tentunya masalah ini berdampak negatif bagi perekonomian masyarakat Seira. Juga para petani rumput laut mengalami kerugian yang besar, bahkan tidak sedikit yang harus beralih provesi, terangnya.
Nikolas Besitimur yang juga Pemerhati Masyarakat itu, mengatakan "Dinas Perikanan mestinya Menyediakan bantuan sarana dan prasarana kepada petani rumput laut, seperti bibit rumput laut, pupuk, dan alat bantu budidaya, bertujuan untuk memudahkan petani dalam melakukan budidaya rumput laut".Tambahnya, Perlu adanya penelitian dan pengembangan untuk menemukan teknologi baru dalam budidaya rumput laut. Teknologi baru ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti yang sudah di sampaikan di atas.Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas rumput laut yang dihasilkan.
Lanjut dia, Dinas Perikanan perlu melakukan survei dan pendataan petani rumput laut di Seira untuk mengetahui jumlah petani, luas lahan budidaya, dan permasalahan yang dihadapi,"ujarnya.Lebih lanjut, Besitimur menjelaskan dampak gagal panen rumput laut terhadap perekonomian masyarakat Seira sangatlah besar. Rumput laut merupakan komoditas ekspor utama di wilayah tersebut, sehingga kegagalan panen akan berdampak langsung pada pendapatan masyarakat. Selain itu, gagal panen juga akan menyebabkan pengangguran di kalangan masyarakat Seira yang bekerja di sektor perikanan.
Dirinya yang mewakili masyarakat seira blawat berharap dan meminta kepada Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar, melalui Dinas Perikanan agar dapat melakukan Pemberdayaan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam budidaya rumput laut, dan tentunya memperkuat pengawasan lingkungan untuk mencegah pencemaran yang dapat merusak habitat rumput laut, tutupnya.(Red-RONI.IM 124)
Editor : Investigasi Mabes