Upacara Hari guru nasional (HGN)dan hari kesehatan Nasional(HkN) pj. Gubernur sutra tekankan Hak-hak guru dan kesehatan terpenuhi

Upacara Hari guru nasional (HGN)dan hari kesehatan Nasional(HkN) pj. Gubernur sutra tekankan Hak-hak guru dan kesehatan terpenuhi
Upacara Hari guru nasional (HGN)dan hari kesehatan Nasional(HkN) pj. Gubernur sutra tekankan Hak-hak guru dan kesehatan terpenuhi

InvestigasiMabes.com | Sultra - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto, memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-78 yang juga dirangkaikan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara pada Sabtu, 25 November 2023. 

Peringatan HGN diperingati setiap 25 November sesuai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78 Tahun 1994, dengan tema "Bergerak Bersama, Rayakan Merdeka Belajar". Sementara HKN pertama kali diperingati pada 12 November 1964 untuk memperingati keberhasilan pemberantasan penyakit malaria di era 50-an, tema HKN tahun ini yaitu "Transformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju". 

Pada acara tersebut, Pj. Gubernur membacakan sambutan dari Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.

Dalam pidato Hari Guru Nasional tahun 2023, Menteri Nadiem Anwar Makarim menyoroti 5 aspek kunci yang menandai evolusi pendidikan Indonesia. Beliau menegaskan komitmennya terhadap konsep "Merdeka Belajar", yang mempromosikan sistem pendidikan tanpa Ujian Nasional, memberikan kebebasan kepada guru dalam menilai hasil belajar, dan mendorong lingkungan belajar inklusif yang memperkuat karakter serta keterampilan murid dalam literasi dan numerasi. 

Selain itu, Menteri juga menyoroti upaya pembaruan melalui pengenalan "Kurikulum Merdeka" yang membebaskan guru untuk berinovasi, menitikberatkan pada pemahaman yang lebih dalam, dan mengurangi beban materi untuk memacu kreativitas dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. 

Sementara itu, dalam upayanya untuk mencapai perubahan yang lebih luas dalam sistem pendidikan, Menteri Makarim juga menyoroti program "Merdeka Mengajar" yang memberi ruang bagi para guru untuk berbagi pengalaman serta memperoleh pengetahuan melalui platform yang tersedia. Di samping itu, ia menegaskan pentingnya "Pendidikan Guru Penggerak", sebuah program inovatif yang bertujuan menciptakan generasi guru dan kepala sekolah yang mampu memimpin transformasi nyata dalam dunia pendidikan. Melalui rencana peningkatan "kesejahteraan guru" dengan mendekati target satu juta guru ASN PPPK, Menteri menegaskan pentingnya memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan para pendidik sebagai langkah esensial menuju kemajuan pendidikan yang lebih baik. 

Selanjutnya, Pj. Gubernur sebagai orang nomor 1 Sultra menyoroti hak-hak para guru di Provinsi Sulawesi Tenggara yang belum terpenuhi, meminta kepada pihak terkait untuk segera menindaklanjuti. 

“Saya instruksikan kepada rekan-rekan tim anggaran Pemprov. Sultra untuk menyusun permintaan percepatan turunnya APBN 2023 yang menjadi hak para guru di Sultra, serta guru yang berstatus P3K”, ungkap Pj. Gubernur. 

Sementara itu, dalam sambutan Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin, juga memberikan sorotan terhadap enam pilar transformasi kesehatan untuk perubahan yang lebih baik: (1) Transformasi layanan primer dari fokus mengobati menjadi mencegah, (2) Transformasi layanan rujukan dari akses yang sulit menjadi lebih mudah, (3) Transformasi sistem ketahanan kesehatan dari ketergantungan pada luar negeri menjadi mandiri di dalam negeri dan dari sistem yang rentan saat wabah menjadi tangguh, (4) Transformasi pembiayaan kesehatan dari yang tidak efisien menjadi transparan dan efektif, (5) Transformasi sumber daya manusia kesehatan dari yang kurang menjadi cukup dan merata, (6) Transformasi teknologi kesehatan dari sistem informasi yang terfragmentasi menjadi terintegrasi. 

Sambutan dari Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin memberikan arah penting mengenai langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan sektor kesehatan dalam upaya menuju perubahan yang lebih baik di Indonesia. 

Di akhir acara, penghargaan dan hadiah diberikan kepada tenaga kesehatan dan guru berprestasi, serta beasiswa bagi 100 siswa berprestasi. Juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada empat pensiunan ASN Sultra. 

Acara ini dihadiri oleh Forkopimda Sulawesi Tenggara, Sekretaris Daerah, Pimpinan Tinggi Pratama Provinsi, para Guru, dan Tenaga Kesehatan lingkup Pemerintah Provinsi. (Andriawan polingay)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: