InvestigasiMabes.com | Kalimantan Timur - Seorang pemuda di Handil 4, Gunung Pancur, menjadi sorotan setelah nekat membakar apotik setempat. Kejadian tersebut bermula ketika pemuda tersebut mencoba membeli obat batuk Maxtril dalam jumlah besar, namun ditolak oleh petugas apotik yang curiga dengan tujuan pembelian yang janggal.Pemuda tersebut kemudian marah besar dan melampiaskan kemarahannya dengan membakar kardus, karpet, telur, dan pempes yang ada di apotik. Kejadian itu terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di dalam apotik, memperlihatkan adegan yang menegangkan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pemuda tersebut sudah menjadi pecandu obat-obatan dan memiliki riwayat perilaku agresif. Rumah orang tuanya pun pernah menjadi korban keganasannya setelah dibakar. Meskipun pernah dibawa ke Badan Narkotika Nasional (BNN), pemuda ini ditolak karena mengalami halusinasi.Setelah ditolak oleh BNN, pemuda itu kemudian dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Samarinda selama dua minggu. Sayangnya, setelah pulang, kekambuhan pemuda tersebut tidak terhindarkan karena kurangnya pengawasan. Informasi dari istri dan orang sekitar menyebutkan bahwa ia seringkali mengamuk jika berada di rumah.
Orang tua dan keluarga istri pemuda tersebut mengalami kesulitan besar dalam mengawasi perilaku pemuda tersebut. Bahkan, keluarga istri sudah merasa tak sanggup lagi menghadapi kondisi ini. Kejadian ini memunculkan keprihatinan terhadap kondisi pecandu obat-obatan di masyarakat dan perlunya upaya lebih serius untuk rehabilitasi dan pencegahan. (Red)
Editor : Investigasi Mabes