Skandal Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Kluwih Bangunan Senilai Rp.1.856.000.000 Ambrol, CV N’Jaya Terlibat

Skandal Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Kluwih Bangunan Senilai Rp.1.856.000.000 Ambrol, CV N’Jaya Terlibat
Skandal Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Kluwih Bangunan Senilai Rp.1.856.000.000 Ambrol, CV N’Jaya Terlibat

InvestigasiMabes.com l Jepara -- Skandal rehabilitasi jaringan irigasi D.I bendung Kluwih Bondo baru seumur jagung senilai Rp.1.856.000.000,- pelaksana CV N’Jaya Nusantara mengalami ambrol diduga pekerjaan tidak sesuai sepekfikasi dan RAB, setelah diguyur hujan beton tersebut kurang lebih sepuluh meter tinggi tiga meter ambrol kejadian tersebut pada Sabtu, 6/1/2024.Penyebab ambrolnya bangunan rehabilitasi irigasi D.I Kluwih Bondo diduga adanya kesalahan pelaksana kontruksi CV. NJaya Nusantara dan pengawas konsultan bersama pengampu kegiatan yang tidak tegas dan adanya pembiaran oleh Dinas PUPR Jepara, hal ini awak media yang investigasi menilai perlu dipertanyakan kualitas pekerjaan. Menurutnya, jika bangunan dibangun sesuai spesifikasi, kemungkinan besar tidak terjadi

ambrol.Menurutnya, warga setempat yang tidak mau ditulis namanya proyek rehabilitasi irigasi bendung kluwih tersebut baru seumur jagung sudah ambrol, saya melihat ini terkait kualitas kontruksi bangunan jelek tidak sesuai spek, harus menjadi catatan merah ( bekles ) bagi Dinas jika terbukti menyalahi spesifikasi dan tidak sesuai gambar yang ditentukan." ucapnya.

Aktifis D inisial berencana mendesak Dinas PUPR bidang pengairan untuk melakukan uji hammer test disemua bagian irigasi yang ambrol. Baginya, ini sangat ironis karena setelah pemeriksaan dan penerimaan pekerjaan, kualitasnya diragukan.Lanjut, menegaskan bahwa jika pemeriksaan dilakukan sesuai SOP, kualitas pekerjaan akan terungkap. Dia berharap agar BPK, Inspektorat, dan APH bertindak sesuai kewenangan masing-masing. Jika terdapat kerugian negara, Di berharap adanya penindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurut D, dugaan bahwa konsultan pengawas tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya. Dia berharap dinas PUPR, BPK, Inspektorat, dan APH bertindak tegas sesuai kewenangan masing-masing untuk mengatasi permasalahan ini.Dalam konfirmasi InvestigasiMabes.com melalui chat WhatsApp, Ka. Dinas PUPR Ary Bachtiar memberikan konfirmasi hanya singkat " nanti dijawab dari bidang pengairan,, ujaranya. PPK, Bidang Pengairan Teguh Arifianto, Dinas PUPR belum memberikan tanggapan. Meskipun demikian, terlihat adanya perbaikan proyek dilakukan oleh pihak pelaksana kontruksi bangunan yang ambrol.

Awak media investigasi sedikit wawancara kepada pelaksana yang mengerjakan pekerjaan yang ambrol, mengatakan bahwa awal proyek yang ambrol ini bukan pekerjaan saya pak, kami pekerja baru untuk perbaikan, jadi kalau lebih jelasnya tanya ke Dinas PUPR." kata salah satu pekerja ( Masdur ).

Editor : Investigasi Mabes
Tag: