InvestigasiMabes.com | Sulawesi Tenggara - kota kendari menyisakan kesedihan akibat di guyur hujan beberapa hari ini, salah satunya yang paling berdampak yaitu beberapa pasilitas umum, yaitu Rumah sakit santa Anna, dan ratusan rumah warga ikut terendam banjir sabtu, 9/03/2024
Salah seorang warga mengatakan bahwa kami ini memang langganan banjir, setiap datang nya musim penghujan karena tinggal di dekat kali wanggu, tetapi tidak ada satu pun pemerintah yang memperhatikan tempat kami ini, ucapnya
dan sampai sekarang kami ini masih kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan dan air bersih. Karena semua isi dalam rumah kami sudah terendam air pungkasnya
Terlebih lagi banjir ini di akibatkan, karena adanya perambahan hutan yang telah mengubah kawasan hutan menjadi pemukiman warga, yang pada akhirnya memperparah dampak banjir di kota ini.
Kita ketahui , hutan Tahuru Murhum, dengan luas kurang lebih, 8 ribu hektar, memiliki peran vital sebagai daerah tangkapan air di kota kendari ini, namun dengan terus berlangsung nya perambahan hutan, maka pungsi alaminya terus terganggu, dan meningkatkan resiko banjir setiap kali curah hujan tinggi. Ujarnya
Pemerintah setempat pun mengakui bahwa salah satu penyebab banjir bandang ini akibat perubahan fungsi kawasan hutan menjadi pemukiman penduduk.
Sebelumnya telah di laporkan ada beberapa korban jiwa akibat banjir bandang ini, yaitu anak berusia kurang lebih dua tahun ikut terseret air.
(Andriawan polingay)
Editor : Investigasi Mabes