InvestigasiMabes.com | Sulawesi Tenggara - Siswi SMP berinisial I yang melakukan pengeroyokan bersama rekan-rekannya terhadap korban inisial A (16) di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Selasa (19/3/2024) ternyata pernah diamankan oleh Polsek Abeli.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi saat ditemui awak media membenarkan informasi tersebut.
“Inisial I ini pernah diamankan di Polsek Abeli. Dua bulan lalu yang bersangkutan juga pernah melakukan penganiayaan terhadap temannya,” katanya, Jumat (22/3).
Lanjut Fitrayadi, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh inisial I pada Januari 2023 lalu itu telah diselesaikan secara kekeluargaan atau restorative justice (RJ).
“Sudah diselesaikan, saat itu korban dan pelaku sepakat berdamai,” tuturnya.
Namun, inisial I kembali beraksi dan menganiaya rekannya inisial A hingga pingsan. Dalam penganiayaan kali ini, ia tidak sendirian melainkan bersama rekannya berinisial S dan D.
Akibat aksi penganiayaan yang berujung pada tindakan pengeroyokan, korban mengalami sakit-sakit di badan dan dilarikan ke RSUD Kota Kendari.
Sedangkan inisial I dan S telah diamankan polisi di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo pada Jumat (22/3), pagi. Sementara inisial D dalam pencarian polisi.
Di tempat terpisah keluarga korban, mengungkap kronologi siswi berinisial A(16) yang viral di medsos di aniaya hingga pinsan. korban di ketahui mengalami tindak pidana itu selasa(19/3/2024 ) sekira pukul 12.30 wita.
Nenek korban RH, mengatakan awalnya korban sedang tidur di kamarnya. Lalu satu rekannya datang memanggil dengan alasan ada urusan yang harus di bicarakan.
Namun, korban enggan keluar menemui temannya tersebut, namun teman korban tersebut tetap meminta agar ikut dengannya.
"Katanya kepada cucu saya, karena ada yang mau di bicarakan, nenek pun mengijinkan korban pergi, tetapi korban ternyata di bawah di sebuah gudang kosong, di tempat itulah terjadi penganiayaan, pelaku inisial I, S dan D
Menurut penuturan cucu saya inisial S,dan D memukul kepala korban menggunakan henpon sedangkan IN, melakukan penganiayaan secara membabibuta, hingga pinsan. Karena korban di tendang, dan di pukul, hingga luka di sejumlah tubuh cucu saya, ujarnya.
Akibatnya, korbanpun pinsan dan tak sadarkan diri, di lokasi kejadian ada yang merekam vidio aksi penganiayaan tersebut, sehingga vidio itu viral di medsos.
(Andriawan polingay)
Editor : Investigasi Mabes