Investigasimabes.com l Saumlaki -- Musibah yang terjadi dalam kehidupan manusia merupakan sebuah misteri yang tak pasti dan terjadi di luar kemampuan kita manusia, karenanya kewaspadaan, kehati-hatian serta ketelitian mestinya merupakan bagian terpenting dalam setiap laku kita.Menelisik peristiwa atau musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Wowonda Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku yang terjadi beberapa waktu lalu diyakini sebagai sebuah misteri yang terjadi di luar kemampuan mereka sebagai manusia.
Kasat. Polairud Polres Kepulauan Tanimbar Ipda. A. Mikini yang ditemui awak media ini di Kota Saumlaki, Jumat, 5/4/2024 pukul. 20.00 wit mensharingkan pengalamannya saat pihaknya bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam sebuah tim penyelamat melakukan pencarian terhadap para korban di perairan Kepulauan Tanimbar beberapa waktu yang lalu."Kami melakukan pencarian terhadap para korban di perairan Kepulauan Tanimbar selama 7 (tujuh) hari, meski dengan keterbatasan armada atau atau sarana yang kita miliki tapi tidak mengurangi semangat kami untuk memberikan perhatian dan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat terutama para korban dan keluarga", tutur Mikini.
"Selama pencarian Beta Sembayang seng putus-putus minta Tuhan lindungi dan selamatkan para korban serta tim penyelamat yang melakukan pencarian terhadap para korban", tambah Mikini."Selama 7 (tujuh) hari kami lakukan pencarian di lautan dan tidak menemukan para korban......sebagai manusia biasa Beta paling kecewa karena belum menemukan para korban, ketika pulang sampai ke rumah Beta seng putus-putus sembayang...."Tuhan Tunjukkan Kuasa dan Belas Kasih-Mu, Lindungi dan Selamatkan anak-anak-Mu yang sedang berkesusahan", kenang pria kelahiran Tobelo 51 tahun lalu itu dengan mata berkaca-kaca.
"Alhasil Tuhan menilik kerja keras kita dalam mencari para korban dan mendengar doa-doa kita dengan menunjukkan Kuat Kuasa dan Belas Kasih-Nya dengan menuntun sebuah kapal nelayan yang tengah mencari ikan untuk menemukan para korban yang sudah sangat menderita", terang Mikini dengan raut wajah sedih."Kerja keras disertai doa pasti akan berbuah manis dan selaku orang percaya, keyakinan ini sungguh nyata terjadi hari ini dan kita semua menjadi saksi atas Kasih Allah ini meskipun tim pencari korban dari Satpolairud Polres Kepulauan Tanimbar dan Basarnas yang dipimpin Kasat Polairud tidak menemukan para korban namun Tuhan menunjukkan kuasa-Nya dengan mengutus para nelayan yang tengah mencari ikan untuk menemukan para korban", pungkas Mikini mengakhiri obrolannya. (IM.Tim).