InvestigasiMabes.com | Nganjuk - Diduga banyak anggaran yang di sunat, Anggaran dana desa tahun 2022-2023 untuk BPT kantor dan pembuatan pagar pada tahun anggaran 2023 belum selesai dari sekarang.(17/7/23)
Pekerja merugi hingga tidak di banyar, karena dana sudah habis.
Menurut Supriyanto selaku (PK) dari tahun 2019 merugi karena dana yang diberikan oleh bendahara desa hanya 75% dari anggaran yang ada bahkan dia selalu merugi jika mengerjakan proyek desa,"jelasnya.
Dari pertitik anggaran yang ada pihak desa mengenakan pajak sebesar 25% , ditanya untuk apa Supriyanto tidak mengetahui,"tambahnya.
Bahkan saya juga pekerja harian namun tidak pernah mendapatkan gaji malah setiap anggaran yang saya kerjakan saya selalu merugi,"imbunya.
Selain Supriyanto ada juga PK yang lain Harianto juga mengalami kejadian yang serupa merugi karena banyak potongan anggaran hingga 25%,(Bersambung) Ft2
Editor : Investigasi Mabes