InvestigasiMabes.com | Limapuluh Kota - Nagari Lubuak Alai, Jorong Suka Karya, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, menghadapi krisis infrastruktur yang sangat mengkhawatirkan. Salah satu ruas jalan provinsi yang vital bagi mobilitas masyarakat mengalami kerusakan parah, sementara jembatan di lokasi tersebut nyaris putus, membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan. Lebih tragis lagi, Masjid Nurul Iman, yang menjadi pusat ibadah masyarakat, sering kali terendam banjir akibat gorong-gorong di bawah jembatan tersebut yang telah runtuh sebagian.
Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan mereka. Masyarakat telah lama berharap perbaikan, namun hingga kini belum ada langkah nyata yang diambil oleh pemerintah. Wali Nagari Lubuak Alai, Jhon Hendra, telah melaporkan kondisi ini ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Barat, namun laporan tersebut seolah diabaikan tanpa ada tindakan konkrit dari pihak terkait.
Pertanyaan besar pun muncul, mengapa laporan penting dari pemerintah nagari tidak segera ditindaklanjuti oleh Dinas PU? Apakah ini cerminan dari lambannya birokrasi atau kurangnya perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah terpencil?
Saat ini, masyarakat Nagari Lubuak Alai terus menunggu jawaban atas keresahan mereka. Dengan kerusakan jalan dan jembatan yang semakin memburuk, serta ancaman banjir di tempat ibadah, sudah waktunya pihak Dinas PU Sumatera Barat memberikan respons cepat dan tanggap sebelum terjadi insiden yang lebih fatal.
Kepastian dan kepedulian pemerintah sangat dinantikan. (Red)
Editor : Investigasi Mabes