Terjadi Permasalahan kepala Sekolah SD Negeri 1 Bandan Hurip Coba Suap Awak Media

Terjadi Permasalahan kepala Sekolah SD Negeri 1 Bandan Hurip Coba Suap Awak Media
Terjadi Permasalahan kepala Sekolah SD Negeri 1 Bandan Hurip Coba Suap Awak Media

Investigasimabes.com | Lampung Selatan -- Sehari setelah diterbitkan pemberitaan oleh media online persoalan keterlabatan pembayaran gaji Guru Honorer SDN 1 Bandan Hurip Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, yang di duga kuat di mainkan oleh oknum Kepala Sekolah. Kamis 10 Oktober 2024.Dikatakan Mahpudin Kepsek sekolah tersebut sebelum pemberitaan terbit, bahwa memang benar gaji honorer belum terselesaikan, karena kebutuhan sekolah yang akhirnya menunda gaji para honorer. Ucapnya.

Namun yang di lakukan kepala sekolah menuai gejolak di lingkungan guru honor, bahkan sempat membuat surat pernyataan dan di datangi sekaligus di berikan himbauan oleh korwil.Kemudian tepat sehari setelah berita beredar dikhalayak, awak media kembali datangi kepala sekolah guna memastikan kalimat dirinya melalui via WhatsApp yang secara spontan secepat kilat mengatakan gaji honorer sudah selesai dan tidak ada masalah.

Setelah itu awak media ini menanyakan kembali selesai seperti apa gaji honorer"Ya sudah selesai pak dari bulan

Januari sampai dengan OktoberKalau bapak tidak percaya

Silahkan tanyakan sama operator, dia yang punya. catatannya". Tuturnya.Aneh tapi nyata setelah banyak yang di pertanyakan,Mahpudin sebagai kepala sekolah banyak tidak tau soal keuangan sekolah, bahkan tidak bisa menunjukkan bukti tertulis bahwa gaji honorer sudah di bayarkan.

Yang lebih miris lagi, dirinya mencoba menyuap awak media ini supaya tidak menulis apa yang terjadi dengan mengatakan, "Tolong kita secara baik-baik aja, ini ada buat bapak buat beliBensin".tutupnya.

(Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan sampai berita ini ditayangkan belum bisa dihubungi.Kita berharap disekolah lain hal serupa tidak terjadi karena honor itu adalah hak para guru honorer yang mungkin jumlahnya tidak begitu besar dan bisa jadi untuk memenuhi kebutuhan mereka juga tidak mencukupi.

Pelajaran berharga bisa kita petik dari persoalan ini, untuk Kepsek jangan sekali kali menelantarkan apalagi menunda hak para guru, yang fatalnya berusaha menyogok wartawan. Ujar salah seorang warga yang ikut serta aktif memantau bidang pendidikan khususnya SDN 1 Bandan Hurip. (Rif).

Editor : Investigasi Mabes
Tag: