InvestigasiMabes.com | Sumut - Penerima program bantuan stimulasi perumahan swadaya (BSPS) yg dilakukan oleh kementerian PUPR.Program ini bertujuan untuk memperbaiki kwalitas hunian masyarakat dengan membedah rumah tidak layak huni (RTLH).
Banyak masyarakat mengeluh dalam hal ini termasuk keluarga bapak Edwar lumban toruan (52) dan ibu tota mariani nababan (51) bersama 5 orang anak yg tinggal dirumah sepetak Ukuran 3x5 yang rumah tersebut sudah rapuh berada desa Banualuhu kecamatan pagaran kab. Tapanuli utara prov. Sumatera utara.Saat dikonfirmasi oleh awak media ibu tota nababan mengatakan bahwa kediamanya sudah disurvei serta melengkapi berkas yang telah dianjurkan oleh desa dan sudah memberikannya kepada perangkat desa banualuhu untuk bedah rumah tapi hal hasil tidak ada terdata. (16 november 2024)
Ibu tota juga menambahkan dengan raut wajah sedih dikarenakan tidak mendapatkan apapun termasuk jamban bantuan dari pemerintah ketika musyawarah dikantor desa pada hari kamis, 14 november 2024 yg dihadiri oleh dinas terkait, tim kesehatan puskesmas butar serta dari kecamatan dan aparat keamanan.Dalam kesempatan itu ibu tito menanyakan kepada KADES banualuhu perihal kenapa dia tak kunjung dapat bantuan bedah rumah dan bertanya dimana ketidaklayakannya karna dari quota desa banualuhu 15 dan ada pertambahan dengan keseluruhan menjadi 19, dari beberapa orang yg terdata masih diatas perekonomiannya dan termasuk salah seorang perangkat desa tersebut terdata dan orang tua oknum tersebut mendapatkan diperiode sebelumnya ketika satu rumah.
Dijawaban itu ibu tito tidak mendapatkan kepastian dikarena dikatakan sudah didata dipusat dan diSK kan.Sebelum kejadian ini diberitakan pihak media sudah mengonfirmasi dahulu kepada kades banualuhu mengenai siapa saja yg terdata dan siapa saja yang menurut mereka layak, tapi sangat disanyangkan tidak mendapatkan respon.
Menurut awak media dan masyarakat setempat bantuan tersebut tidak tepat sasaran dan oknum KADES diduga pilih bulu, baiknya dinas terkait melakukan pendataan dan disurvei serta melakukan musyawarah ulang, serta menindak oknum-oknum yang juga diduga bermain peran didalamnya. @JHG
Editor : Investigasi Mabes