pesta Miras Berujung Maut nyawa Korban Tidak Terselamatkan

pesta Miras Berujung Maut nyawa Korban Tidak Terselamatkan
pesta Miras Berujung Maut nyawa Korban Tidak Terselamatkan

InvestigasiMabes.com | Halteng -- Pada hari Sabtu Tanggal 16 November 2024, sekitar pukul 15.30 Wit,  bertempat di Pemakaman Umum Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara telah terjadi tindakan penganiayaan yang berujung mengakibatkan korban meninggal dunia.Menurut keterangan saksi bahwa awal mula kejadian bertempat di Pemakaman Umum (TPU) desa Lelilef Sawai yang mana saksi dan pelaku melalukan pesta miras bersama-sama, pada saat sedang melakukan pesta tersebut datanglah korban Yakobus Rening untuk meminta agar pelaku dan saksi untul gabung dan melakukan pesta miras Bersama-sama, selang beberap menit kemudian korban A.n Yakobus Rening yang telah di pengaruhi minuman Keras melakulan pemukulan terhadan saksi A.n Fanki Yosep dengan menggunakan batu ke arah bibir korban serta korban langsung melarikan diri serta tidak terima atas kejadian tersebut pelaku langsung melalukan balasan dngan Menggunakan pisau dan menikam korban ke arah dada dan paha.

Pukul 16.00 Wit Pers Subsektor Weda Tengah tiba di Lokasi kejadian dan membubarkan warga asal ambon yang berkumpul untuk membubarkarkan diri serta tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum serta tidak melakukan aksi balasan dan menghimbau untuk tetap menjaga Stabilitas keamanan di wilayah Halteng khususnya di kecamatan Weda Tengah agar tetap kondusif dan Penyelesaian Permasalahan ini agar Percayakan kepada aparat Kepolisian untuk mencari dan mengamankan pelaku.

 Sampai saat ini Situasi di sekitar Lokasi kejadian sudah Kondusif dan warga asal Ambon sudah membubarkan diri dan melakukan aktifitasnya seperti biasanya namun perlu di lakukan langkah-langkah Antisipasi untuk tidak terjadi Aksi balasan yang akan di lakukan oleh oknum warga asal Ambon.

Sampai berita ini diturunkan kondisi masih terkendali dan pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Erick).

Editor : Investigasi Mabes
Tag: