Preservasi Jalan Asshofa-Jalan Payung Sekaki Dipertanyakan

Preservasi Jalan Asshofa-Jalan Payung Sekaki Dipertanyakan
Preservasi Jalan Asshofa-Jalan Payung Sekaki Dipertanyakan

InvestigasiMabes.com l Pekanbaru --  Kegiatan dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Riau Tahun Anggaran 2024 perlu untuk dipertanyakan.Kegiatan Preservasi Jalan Asshofa-Jalan Payung Sekaki Kota Pekanbaru yang dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana PT. Mekar Abadi Mandiri dengan Nilai Kontrak sebesar Rp. 14.422.697.650.00 terindikasi menyalahi spesifikasi dan perlu untuk dipertanyakan.

Menurut Ruslan, anggaran sebesar itu seperti apa Rekonstruksi pelaksanaan proyek Jalan Assofa dan Jalan Payung Sekaki, berapa titik pekerjaan Box Culvert nya, apa tidak di minor dulu pondasi jalan yang rusak sebelum pekerjaan hamparan Base B dan A, dan seperti apa pengerjaan bahu jalan itu, apa tidak dibersihkan dulu atau di Geotextile, baru dilakukan penghamparan, serta berapa Meter Base dua lapis dan berapa Meter Base satu lapis, karena dari pandangan kami ada pekerjaan pengupasan pondasi dasar pada titik ruas tertentu dan pekerjaan minor dan Box Culvert besar yang diabaikan, namun Ruslan Hutagalung Ketua Umum LSM KPB, belum bisa berkomentar karena menurut beliau masih terlampau dini untuk di komentari.Perlu untuk diketahui bahwa salah satu Ruang Lingkup Preservasi adalah Rehabilitasi Struktural, yaitu Jika kondisi jalan sudah parah, mungkin diperlukan overlay aspal atau rekonstruksi total.

Pertanyaan yang timbul apakah kontraknya ada pekerjaan Recycling atau Cold Milling. Karena Metode Perbaikan Rekonstruksi Total Untuk jalan dengan kerusakan parah hingga ke lapisan pondasi, seluruh lapisan harus diganti.Kemudian Pengelolaan Drainase, Meliputi pembersihan saluran, pelebaran drainase, atau pemasangan box culvert baru. Dan Material yang Digunakan, Aspal Hotmix (AC-BC atau AC-WC), Lapisan utama menggunakan jenis ini untuk kekuatan dan kehalusan. Material Pondasi (Base/Sub-Base), Campuran batu pecah (aggregat) kelas A/B untuk memperbaiki pondasi jalan, dan Geotextile digunakan jika tanah dasar lunak untuk memperkuat pondasi.

Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Riau Erisandi Daulay beberapa kali didatangi ke kantornya untuk konfirmasi belum berhasil ditemui, menurut Security bernama Rahmat, bapak Erisandi sedang DL ucapnya.*** Tim

Editor : Investigasi Mabes
Tag: