InvestigasiMabes.com | Banyuwangi – Warga Desa Kampunganyar, khususnya yang tinggal di lingkungan Krajan, Nanasan, kini menghadapi masalah serius terkait kualitas air yang mereka konsumsi. Air dari sumber mata air yang selama ini jernih kini berubah menjadi keruh dan berwarna coklat, penuh lumpur, akibat dampak penggundulan lahan di sekitar perkebunan KaliBendo.
Kondisi ini mulai dirasakan saat hujan turun, di mana air yang mengalir melalui saluran pipa menuju rumah-rumah warga menjadi tercemar. Warga kini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka, terutama untuk konsumsi sehari-hari. Sumber mata air yang berasal dari tebing, yang selama ini menjadi andalan warga, kini tercemar akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh praktik-praktik tidak bertanggung jawab di perkebunan KaliBendo.
Penggundulan lahan dan perubahan tutupan vegetasi di sekitar perkebunan Kali Bendo jelas berdampak pada kualitas air yang mengalir ke desa. Ketika tanah kehilangan kemampuan untuk menyaring air, maka air yang masuk ke saluran pipa membawa lumpur dan sedimen, yang mengakibatkan kerusakan pada kualitas air. Ini adalah masalah serius yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Kami sangat prihatin dengan kurangnya perhatian terhadap dampak ekologis yang ditimbulkan oleh aktivitas perkebunan yang tidak ramah lingkungan ini. Warga berhak mendapatkan air bersih yang layak, bukan air yang tercemar dan dapat membahayakan kesehatan mereka. Kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penggundulan lahan di perkebunan Kali Bendo serta melakukan upaya rehabilitasi terhadap sumber air yang tercemar.
Ini adalah masalah lingkungan yang harus segera diatasi, karena kualitas hidup warga, terutama kebutuhan dasar akan air bersih, sangat bergantung pada tindakan pemerintah yang lebih responsif dan bertanggung jawab. Jangan biarkan warga Kampunganyar terus menderita akibat pengabaian terhadap kelestarian alam dan pengelolaan sumber daya alam yang buruk.(Red)
Editor : Investigasi Mabes