InvestigasiMabes.com l Saumlaki -- Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2024 ini menyita perhatian bagi masyarakat yang berada diwilayah kepulauan di Maluku.Pelayanan Pelayaran Nasional Indonesia mestinya turut memfasilitasi masyarakat yang hendak merayakan Hari Raya Natal bersama keluarga di kampung halaman sebagaimana terdapat kurang lebih 200 orang masyarakat pulau Romang Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku yang kini terpaksa harus mengurungkan niat untuk kembali ke kampung halamannya di Romang.
Mereka adalah penduduk pulau Romang yang datang ke Moa untuk belanja persiapan NATARU serta masyarakat Romang di Perantauan yang hendak pulang untuk merayakan hari raya Umat Nasrani bersama keluarga yang telah menanti kepulangan mereka.Penantian untuk pelayaran kapal KM. Sabuk Nusantara 60 dengan tujuan Romang kini terputus karena dikabarkan pelayaran SANUS 60 hanya sampai di Kecamatan Tepa Kabupaten Maluku Barat Daya.
Pemerhati sosial Piter Titirloloby kepada awak media ini via sambungan selulernya, Senin, 23/12/2024, menyayangkan hal ini karena Natal kali ini dinilainya berat dengan lemahnya akses pelayanan transportasi laut bagi masyarakat di wilayah kepulauan Maluku salah satunya masyarakat Romang di Kabupaten Maluku Barat Daya."Perlu menjadi perhatian serius bagi pihak PELNI, Pemda Maluku Barat Daya Pemda Provinsi Maluku serta DPRD setempat untuk menyikapi pemenuhan kerinduan kurang lebih 200 orang masyarakat Romang yang kini terkatung-katung nasibnya karena kerinduan mendalam untuk merayakan Hari Raya Natal dan Tahun Baru bersama keluarga tercinta di Romang", jelas Piter.
Pelayanan Pelayaran Laut yang efisien pada perayaan NATARU sangat penting apalagi dengan kondisi masyarakat kepulauan di Maluku Barat Daya secara khusus masyarakat Romang yang kini sedang menantikan kapal KM. Sabuk Nusantara 60 di Kota Moa Kabupaten Maluku Barat Daya."Sayangi masyarakat disana karena banyak pengeluaran keuangan dan kebutuhan lain yg terpaksa harus dilakukan, apakah mereka akan benar-benar batal NATARU ?", tanya Piter.
Dirinya berharap ada kemudahan perubahan rute kapal KM. Sabuk Nusantara 60 yang dikabarkan batal berlayar menuju Romang dapat di pertimbangkan kembali sehingga pelayaran kapal tersebut dapat tetap melayani kurang lebih 200 orang masyarakat Romang yang berada di Kota Moa Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku. (IM. 125).
Editor : Investigasi Mabes