InvestigasiMabes.com | Pekanbaru - Sengketa keluarga kembali memanas di Pekanbaru, Riau, setelah Toni, salah satu anggota keluarga, diduga menggelapkan surat tanah dan uang hasil penjualan rumah petak senilai Rp150 juta. Hendrik, cucu almarhum Yahya, menyatakan bahwa keluarganya telah memberikan tenggat waktu 7x24 jam kepada Toni untuk mengembalikan surat tanah atau menyerahkan hasil penjualan tersebut. Jika ultimatum ini tidak dipenuhi, keluarga berencana membawa kasus ini ke jalur hukum.
Ayah Hendrik, Mansur, sebelumnya melarang pelaporan kasus ini karena mempertimbangkan hubungan kekeluargaan. Namun, Toni tidak menunjukkan itikad baik, bahkan sulit dihubungi, dan nomor kontaknya tidak aktif. "Kami telah kehilangan kesabaran. Jika Toni tetap mengabaikan, kami akan melibatkan aparat penegak hukum untuk menangkap dan meminta pertanggungjawaban atas tindakannya," ujar Hendrik tegas.
Dugaan keterlibatan pihak lain pun mencuat. Toni diduga bekerja sama dengan Indra Jaya untuk menjual tanah tersebut kepada pengembang perumahan Sky Garden, yang dikoordinir oleh seseorang bernama Abim alias Bermana. Diduga, mereka juga bekerja sama dengan oknum RT dan RW setempat. Namun, Ketua RT 7 Tuah Karya, Aida Mustafa, dan Ketua RW 18 Tuah Karya, Yurni Elok, mengaku tidak mengetahui keterlibatan pengembang tersebut, meski nama Abim sempat disebutkan secara ragu.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa promosi perumahan Sky Garden dilakukan melalui media sosial oleh akun yang mencantumkan kontak Indra Jaya dan Abim. Perumahan ini, yang berlokasi di Jl. Budidaya, Panam, menawarkan rumah dengan harga mulai Rp 250 juta hingga Rp 450 juta. Namun, status legalitas proyek ini, termasuk dokumen PBG dan SHM, masih dalam proses penyelesaian.
Kasus ini menambah deretan panjang sengketa tanah di Indonesia. Para pihak yang terlibat diingatkan untuk menyelesaikan masalah ini secara hukum. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dalam transaksi properti dan memeriksa keabsahan dokumen untuk menghindari masalah serupa.** Tim.
Editor : Investigasi Mabes