LSM PERINTIS Ingatkan APH untuk Serius dan Hati-Hati dalam Penanganan Kasus KDRT yang Melibatkan Anggota Dewan Inisial SA

LSM PERINTIS Ingatkan APH untuk Serius dan Hati-Hati dalam Penanganan Kasus KDRT yang Melibatkan Anggota Dewan Inisial SA
LSM PERINTIS Ingatkan APH untuk Serius dan Hati-Hati dalam Penanganan Kasus KDRT yang Melibatkan Anggota Dewan Inisial SA

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi – Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)PERINTIS, Halili Abdul Ghani.SAg. SH., menyampaikan peringatan penting kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Banyuwangi terkait penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan seorang anggota dewan berinisial SA. Menurut Holili, penanganan kasus ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan profesionalisme mengingat dampak psikologis yang dapat dialami anak-anak dari pasangan tersebut. 

"Dalam penegakan hukum kasus KDRT, perhatian terhadap kondisi anak sangat penting. Trauma yang dialami anak akibat peristiwa yang menimpa kedua orang tuanya bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan mental dan tumbuh kembangnya," ujar Holili dalam pernyataannya, Selasa (8/1). 

"Halili, juga mengingatkan bahwa setiap bentuk ketidaktepatan dalam proses hukum dapat memunculkan kesan buruk di mata publik, terutama jika ada indikasi keterlibatan kepentingan politik di balik kasus tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan netralitas aparat penegak hukum. "Jangan sampai proses hukum dipolitisasi. KDRT adalah persoalan serius yang menyangkut hak asasi manusia dan harus diproses secara murni sesuai aturan yang berlaku," tegasnya. 

Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli, Halili meminta semua pihak untuk tidak melakukan penghakiman sepihak dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Namun, ia juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahap penanganan kasus. 

"Ini adalah momentum untuk menunjukkan komitmen serius Polri dalam menangani kasus KDRT dengan memastikan keadilan bagi korban serta memperhatikan dampak sosial yang lebih luas, khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban tidak langsung," pungkasnya. 

Pernyataan Halili ini mendapat dukungan dari berbagai aktivis perlindungan anak dan masyarakat yang berharap agar kasus ini dapat menjadi contoh bagaimana hukum ditegakkan dengan mengedepankan keadilan dan kepentingan terbaik bagi anak-anak. (Red)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: