InvestigasiMabes.com l Pati -- Dunia pendidikan Kabupaten PatiI kembali menjadi sorotan publik, dimana nisial "Yt" merupakan anggota grup Kumpulan Anak Asli Pati (KAAP) di dalam aplikasi Facebook. Dalam postingannya Yt mengkritik ketegasan pelaksanaan hukum di dunia pendidikan Kabupaten Pati, Menurutnya, kurangnya tindakan tegas terhadap pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil (PNS) merusak citra pendidikan.Kritik ini muncul setelah kasus Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Juana (Ags) yang melakukan perbuatan tidak bermoral.(2022). Yt menyayangkan kurangnya tindakan tegas dari pihak berwenang.
Yt yang sekarang mantan dari Wlss ( Pengajar di SMP N 1 Juana) mengutaran kekecewaannya dengan sebuah dunia pendidikan di Kabupaten Pati. Dimana ada seorang Wakil Kepala Sekolah SMP 1 Negeri Juana Ags membuat surat palsu dengan adanya kegiatan Loka Karya 2022 yang melibatkan Guru Biologi Wlss (istri Yt).Saat ditemui Yt menceritakan. "Tanggal 26 Nopember 2022 hari Sabtu ia (Wlss) mengeluarkan surat dari saku, surat saya baca. SMP N 1 Juana, Loka Karya UNNES, surat itu tercantum, yang 1, Amin ada nomer NIP (Nomor Induk Pegawai), 2. Agus Setiawan ada no NIP nya, 3. Bu Jumiati guru Matematika ada NIP nya juga., yang ke 4. Wulansasi saat itu belum ada NIPnya karena saat itu masih GTT (Guru Tidak Tetap)", ungkapnya. (7/1/2025)
Dan saat sudah sampai tujuan Wlss menelpon suaminya Yt dan mengatakan bahwa ia menginap disalah satu hotel di Semarang yang telah di pesan oleh Amin Aloowi ( Kepala Sekolah SMP N 1 Juana ).Awal terbongkarnya perselingkuhan yang berkedok kegiatan sekolah ini. Yt menceritakan " sewaktu ada kegiatan MDMC di Sinom widodo bersamaan banjir bandang 30november 2022,, hp Wlss saya bawa dalam perjalanan, hp Wlss ada chat masuk, saya buka dan saya baca ada kata kata yang tidak pantas, yaitu chat antara Ags dan Wlss. Sepulang dari Dess Sinomwidodo,, saya langsung tanya kepada Wlss terkait Loka Karya 26 november 2022, dan Wlss mengakui kalau surat tersebut memang palsu", jelasnya.
Dengan adanya jawaban itu, Yt mempunyai dugaan bahwa mereka menginap dihotel dalam satu kamar, tak terelakkan hal ini menjadi pemicu keributan di keluarga maupun dilingkungan sekolah. Dugaan Yt diperkuat dengan adanya pengakuan Wlss pakaian seksi yang sedang dicucinya adalah pemberian dari Ags saat menginap di hotel.Dengan adanya keributan itu akhirnya Yt dinpanggil ke Dinas Pendidikan. Yt menceritakan semua kejadian itu berawal dari kegiatan palsu Loka Karya yang berujung hancurnya rumah tangganya..
Tapi sungguh sangat di sayangkan sampai sekarang mereka berdua masih mengajar di SMP Negeri 1 Juana, dan tanpa di kenai sanksi kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS).Padahal keduanaya melakukan pelanggaran berat yaitu telah berkerjasama membuat dokumen palsu sehingga membuat hancurnya sebuah rumahtangga seseorang,, dan perbuatan tak bermoral yaitu telah membelikan pakaian seksi yang tak pantas dikenakan di muka umum, ke istri orang lain.
Yt berharap Pemerintah Kabupaten Pati, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, untuk mengambil tindakan tegas terhadap Wakil Kepala Sekola SMP Negeri satu Ju ana Ags, dan Guru Biologi Wlss sebagai PNS mereka telah bekerja sama membuat dokumen palsu dan melakukan perbuatan yang memalukan. Ia juga meminta evaluasi sistem pendidikan, untuk mencegah peristiwa serupa agar tidak terulang kembali dalam dunia pendidikan Kabupaten Pati. (Ari)
Editor : Investigasi Mabes