Siswa SMAN 3 Banggai Mogok Belajar, Kepala Sekolah Di Non Aktifkan

Siswa SMAN 3 Banggai Mogok Belajar, Kepala Sekolah Di Non Aktifkan
Siswa SMAN 3 Banggai Mogok Belajar, Kepala Sekolah Di Non Aktifkan

Siswa SMAN 3 Banggai Mogok Belajar, Kepala Sekolah Di Non Aktifkan. 

Banggai Laut Sulawesi Tengah || Binkari. Saat berita ini diturunkan siswa SMAN 3 Banggai mulai hari ini juga kegiatan proses belajar mengajar di kelas diaktifkan kembali setelah dua minggu kegiatan belajar mengajar tidak berjalan. 

Dari banyak pihak khususnya orang tua murid mempertanyakan kenapa aktifitas belajar mengajar di SMAN 3 Banggai tidak berjalan. Setelah media Binkari turun lapangan dan melakukan investigasi di SMAN 3 Banggai didapatkan keterangan yaitu awal mula sampai aktifitas belajar di kelas tidak berjalan disebabkan ada informasi yang diterima oleh siswa bahwa kepala sekolah SMAN 3 Banggai, Ulman K. Ulama, Spd. diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah seorang siswa kelas 1 SMAN 3 Banggai. Sontak siswa setelah mendengar berita tersebut langsung menggelar aksi penolakan dan mereka meminta supaya kepala sekolah di Non aktifkan dari jabatannya. 

Sabtu, (17/1/2025), media Binkari menemui salah seorang guru Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Firdaus Lakari, Spd membenarkan ada aksi penolakan siswa terhadap kepala sekolah. Menurut Firdaus, sekarang ini aktifitas belajar di kelas tidak ada, siswa menolak guru-guru masuk mengajar di kelas sambil menunjukan tulisan yang ada di papan tulis bertuliskan "MOGOK BELAJAR", kami juga guru tidak berani masuk mengajar di kelas takut kalau terjadi apa-apa, kata Firdaus. Pada kesempatan yang sama media Binkari juga menemui salah seorang siswa yang ikut dalam kegiatan aksi. Siswa tersebut mengatakan bahwa kami tidak menerima perbuatan kepala sekolah melakukan perbuatan cabul terhadap siswa dan kami meminta supaya kepala sekolah tidak lagi memimpin sekolah ini dan harus dicopot dari jabatannya. 

Selanjutnya, Senin (20/1/2025) media Binkari menemui kepala sekolah SMAN 3 Banggai, Ulman K. Ulama, S. Pd di kediamannya. Beliau menceritakan ihwal kejadian ini bahwa saya ini sudah menjadi korban fitnah dan semua apa yang dituduhkan ke saya tidak benar, ungkapnya kesal. Beliau menceritakan kejadian yang sebenarnya ke awak media Binkari bahwa saat itu (lupa harinya) hari pertama kejadian, si anak ini (diduga korban) pernah kedapatan cerita bersama pacarnya di belakang rumah. Waktu itu saya bangun buang air kecil sekitar jam 3 subur. Saya mendengar ada suara orang di belakang rumah, saya buka pintu ternyata saya dapati si perempuan ini lagi duduk cerita dengan laki-laki. Kamu berdua bikin apa di sini, sudah larut malam begini. Laki-laki saya suruh pulang dan si perempuan saya panggil masuk dalam rumah dan saat itu istri saya terbangun. Kenapa, ada apa ini. Saya ceritakan ke istri saya tentang kejadian ini dan kami berdua memarahi dan menasehati anak ini dan ceritanya selesai di situ, kata Kepsek. 

Dua hari setelah kejadian waktu itu subuh saya masuk ke kamar anak ini dan anak ini kaget. Memang waktu saya masuk kamar dia lagi ngobrol bersama pacarnya lewat HP, ya barang kali karena kaget anak ini teriak meminta saya supaya saya keluar dari kamar dan saya terus nyalakan lampu. Pada saat saya nyalakan lampu terlihat pakaian tidur anak ini acak-acakan. Dia cepat bergegegas merapikan bajunya dan saya bantu menurunkan bajunya yang terlihat agak naik ke atas, jadi saya coba rapikan ulang pakaiannya. Setelah itu baru saya bilang ke anak ini, coba kamu bantu dulu bibimu bikinkan dia bubur karena bibimu itu lambungnya lagi kambuh, itu ceritanya, tutup kepsek. 

Dalam waktu yang bersamaan awak media juga konfirmasi ke pihak yang diduga korban. Perempuan yang diduga korban ini menyampaikan kronologis yang sebenarnya. Apa yang diceritakan ke awak media persis sama dengan apa yang diceritakan kepala sekolah (rekaman wawancara ada). Dalam penjelasan terakhirnya ke awak media anak ini menyampaikan bahwa dalam peristiwa ini tidak ada kejadian yang aneh-aneh, biasa saja. Dia juga heran kenapa sampai masalah ini dibesar-besarkan. Ditanya soal apakah kegiatan aksi kemarin yang dilakukan oleh siswa ada pihak guru yang menunggangi, dia bilang ada dari guru menunggangi, tutur anak ini. 

Dan menurut informasi dari guru-guru SMAN 3 Banggai bahwa dalam minggu ini akan turun tim dari Dinas Pendidikan Provinsi untuk melakukan investigasi terkait dengan kasus ini. Dan secara resmi kepala sekolah SMAN 3 Banggai sudah di non aktifkan dari jabatannya sebagai kepala sekolah terhitung mulai tanggal 15 Januari 2025 yang dikuatkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah nomor :

Editor : Investigasi Mabes
Tag: