InvestigasiMabes.com | Banten - Komisi Nasional Perempuan Republik Indonesia (KNPRI) menyatakan sikap keras: kami muak dibohongi. Kami muak disuguhi kepalsuan yang dibungkus pencitraan. Karena itu, KNPRI menyerukan GERAKAN NASIONAL untuk menggeruduk Universitas Gajah Mada (UGM) pada 15 April 2025 dan rumah Joko Widodo di Solo pada 16 April 2025.
Apa yang dituntut? Satu: hasil tes karbon ijazah dan skripsi Joko Widodo yang hingga hari ini misterius. Dua: bukti otentik, fisik, nyata, bukan klaim media atau pernyataan pejabat bayaran. Jika ijazah itu asli, tunjukkan. Jika tidak, akui bahwa selama ini bangsa ini telah ditipu.
KNPRI tidak sedang bermain-main. Ini bukan aksi sektoral. Ini perlawanan moral. Dari Banten, Pekalongan, Bandung, Semarang—gelombang perempuan siap bergerak. Depok tengah merapatkan barisan. Jakarta dan Tangerang akan kami kejutkan bila terus diam.
Kami perempuan Indonesia tak gentar. Ketika hukum bungkam, ketika kampus ikut bermain politik, maka suara rakyat—suara perempuan—harus menggelegar. Kami tidak minta banyak. Hanya satu hal: kejujuran.
Dan jika kejujuran tidak datang dari mereka, maka kami yang akan menjemputnya—langsung ke jantung kebohongan itu.***oleh Jacob Ereste.
Editor : Investigasi Mabes