Jumlah WNI sebagai Pekerja Penipuan Online di Kamboja Naik Drastis 263%

Jumlah WNI sebagai Pekerja Penipuan Online di Kamboja Naik Drastis 263%
Jumlah WNI sebagai Pekerja Penipuan Online di Kamboja Naik Drastis 263%

Banyaknya Penduduk Indonesia atau WNI yang berstatus sebagai tenaga kerja penipuan online di Kamboja Melonjak 263% dari 306 di kuarter I 2024 naik menjadi 1.112 untuk periode Januari hingga Maret tahun ini.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengatakan bahwa warga negara Indonesia yang berada di Kamboja dan tertarik pada kejahatan cyber fraud dipengaruhi oleh iming-iming upah besar.

“Walaupun sudah ada imbauan pemerintah dan sering viral di media sosial, masih banyak WNI yang terbuai dengan tawaran pekerjaan menyesatkan, yang menjanjikan gaji tinggi, pekerjaan mudah, fasilitas ‘enak’, dan persyaratan minim,” ujar dia dikutip dari keterangan pers, Kamis (24/4).

Menurut Santo, oknum penipuan online Kamboja sebenarnya mengejar WNI. Banyak di antara mereka yang terperosok dalam bisnis ini telah berlangsung selama lebih dari enam bulan.

"KBRI Phnom Penh berencana untuk meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang relevan di tanah air demi mendukung usaha pencegahan, pengendalian, serta pemrosesan hukum, khususnya mengenai masalah warga negara Indonesia di Kamboja," jelasnya.

"Santo menyatakan bahwa perlu ada peningkatan dalam pendidikan dan pemahaman tentang teknologi digital supaya warga negara Indonesia bisa menghindari jebakan lowongan kerja palsu dan tindak kriminal online yang merugikan berbagai pihak," katanya tambahan.

Secara total, Kedubes Republik Indonesia di Phnom Penh mengurus 1.301 warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki masalah hukum di Kamboja. Dari jumlah tersebut, sekitar 85%, yaitu 1.112 orang, berhubungan dengan tindak kejahatan penipuan online. online scam .

Kasus lainnya yakni terkait perdata, ketenagakerjaan, dan keimigrasian dari berbagai sektor bisnis dan industri.

Di samping itu, terdapat 28 kasus kematian warga negara Indonesia. Angka tersebut meningkat sebesar 75% bila dibandingkan dengan masa yang serupa pada tahun sebelumnya.

Menurut laporan dari polisi serta rumah sakit di Kamboja, faktor-faktor yang menjadi alasan terjadinya meninggalnya warga negara Indonesia mencakup:

  • Penyakit jantung serta stroke (11 kasus/39%)
  • Diabetes serta penyakit ginjal atau hati (lima kasus/18%).
  • Kanker, epilepsi, DBD serta masalah internal yang lain (empat kasus/14%)
  • HIV, AIDS, serta penyakit menular seksual (tiga kasus/11%)
  • Kejadian kecelakaan meliputi insiden di jalan raya (ada tiga kasus yang menyumbang sebanyak 11%).
  • TBC dan dua kasus penyakit paru-paru (7%)

Duta Besar KBRI menganggap bahwa langkah-langkah untuk mencegah WNI jadi korban penipuan lowongan kerja ilegal di Kamboja amat krusial, sehingga orang-orang tidak memutuskan untuk pergi lebih dulu.

Editor : Investigasi Mabes
Tag: