InvestigasiMabes.com | Mahakam Ulu, 3 Juli 2025 – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Poros Mahulu–Kutai Barat, tepatnya di dekat Kampung Mambes, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Kamis (3/7), sekitar pukul 12.10 Wita. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, dan sembilan lainnya mengalami luka ringan setelah mobil Toyota Hilux yang mereka tumpangi terperosok ke dalam jurang sedalam ± 50 meter.
Informasi yang dihimpun dari Kasat Lantas Polres Mahakam Ulu menyebutkan, kecelakaan bermula ketika kendaraan Toyota Hilux warna silver bernomor polisi KT 8016 GG yang dikemudikan oleh Sdr. Kulim membawa sembilan penumpang dari Kampung Long Bagun menuju Kabupaten Kutai Barat setelah menghadiri acara pernikahan.
Saat melintasi tanjakan terjal di wilayah Kampung Mambes, kendaraan diduga kehilangan daya cengkeram akibat kondisi jalan yang baru ditimbun batu koral. Sopir sempat mencoba mengaktifkan sistem penggerak empat roda (4x4), namun kendaraan mengalami mati mesin dan berjalan mundur tanpa kendali. Dalam upaya menghindari tabrakan dengan mobil lain di belakangnya, sopir membanting setir ke kiri, menyebabkan kendaraan terjun ke jurang.
Korban meninggal dunia dalam insiden ini adalah Sdri. Biis Giasy (33), warga Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Sedangkan sembilan penumpang lainnya, termasuk anak-anak dan lansia, mengalami luka ringan. Mereka adalah:
Silfa (11 tahun)
Magdalena Avo (55 tahun)
Numan (74 tahun)
Hendrika Masnul (62 tahun)
Leonardus Jalang (18 tahun)
Edak (59 tahun)
Albertus Toti (22 tahun)
Jeje (5 tahun)
Kulim (sopir)
Proses evakuasi dilakukan oleh personel Satlantas Polres Mahakam Ulu, dibantu Dinas Perhubungan, BPBD, serta warga sekitar. Karena medan yang curam dan alat berat yang tidak memadai, bangkai mobil belum dapat dievakuasi dari dasar jurang hingga sore hari dan evakuasi dilanjutkan keesokan harinya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian menyimpulkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah kondisi jalan yang terjal dan licin akibat timbunan batu koral. Tidak ditemukan unsur kelalaian dari pengemudi, dan kendaraan dinyatakan layak jalan. Cuaca saat kejadian pun dilaporkan cerah.
Pihak penyidik saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap sopir, saksi-saksi, serta proses visum terhadap korban. Sketsa TKP juga telah dibuat sebagai bagian dari dokumentasi penyelidikan.
Sebagai langkah lanjutan, Polres Mahakam Ulu akan melakukan pemasangan spanduk peringatan rawan kecelakaan, berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pemasangan rambu, serta meningkatkan patroli dan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat sekitar. Koordinasi juga dilakukan dengan aparatur kampung setempat untuk penertiban terhadap potensi gangguan lalu lintas lainnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting terhadap keselamatan berkendara di jalur-jalur rawan, terutama di wilayah pegunungan yang minim infrastruktur pendukung.
Redaksi – InvestigasiMabes.com
Editor : RedakturSumber : Team