InvestigasiMabes.com | Lampung Selatan - Sudah menjadi program pemerintah,Bulog Cabang Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) memastikan stok beras cukup untuk bantuan pangan yang sudah di salurkan kepada 2100.28 ton untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).Senin 4 Agustus 2025.
Di katakan Pimpinan Bulog Cabang Pembantu Kalianda, Fedrial Farhan, bantuan pangan tersebut berasal dari cadangan beras pemerintah yang disalurkan kepada keluarga penerima manfaat di Lampung Selatan.
“Kami pastikan stok cukup dan penyaluran dilakukan langsung ke penerima tanpa biaya alias gratis,” kata dia.
Menurutnya, hingga saat ini Bulog telah menyerap lebih dari 55.000 ton gabah dari petani dengan cadangan beras mencapai 24.000 ton.
“Berkat dukungan penuh dari Bupati Lampung Selatan, penyaluran bulan ini mencakup alokasi Juni dan Juli, sehingga setiap KPM menerima 20 kilogram beras langsung,” ucapnya.
Untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran, pihaknya menggunakan data resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan dikoordinasikan dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Berdasarkan DTSEN dari Bapanas, sebanyak 106.415 KPM di Lampung Selatan ditetapkan sebagai penerima bantuan pangan pada 2025, turun dari 118.916 KPM pada 2024.
ia juga menambahkan, apabila di temukan pendistribusian beras kepada keluarga penerima manfaat(KPM)di temukan beras yang tidak layak konsumsi, maka kami menghimbau untuk segera melaporkan kepada pihak bulog, supaya dapat di ganti dengan beras yang lebih baik.tegasnya.
Lanjut Fedrial, Sebelum pendistribusian,pihak kami tetap selalu menjaga kualitas beras yang akan di salurkan ke masyarakat.
Oleh karena itu,kami selalu mengadakan perawatan di setiap satu bulannya,Guna menghindari beras yang dapat tercemar oleh Hama,berbubuk,berkutu.ucapnya.
Sementara itu Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan program bantuan pangan yang digulirkan pemerintah bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas pangan dan melindungi rakyat dari tekanan ekonomi.
“Ini bukan acara biasa. Ini adalah ikhtiar konkret dalam menjaga stabilitas pangan dan menghadirkan negara di tengah masyarakat. Bantuan pangan ini adalah benteng sosial,” katanya.
Kemudian dampak ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, menjadikan isu pangan tidak hanya soal logistik, tetapi menyangkut kedaulatan, keadilan, dan keberlanjutan.
“Penurunan ini menunjukkan proses pendataan kita semakin akurat dan tepat sasaran. Bantuan ini kami pastikan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,”punhkasnya.
Ia juga menerangkan keputusan Presiden RI menetapkan kebijakan ini sangat relevan karena pangan adalah kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini bukan hanya soal perut,ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional negara untuk melindungi rakyat. Dengan semangat Bismillah bisa, mari kita wujudkan kesejahteraan dan Lampung Selatan Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujar dia.(Syarif/Iwan).
Editor : RedakturSumber : Team