Istri Tewas Dibunuh Suami di Gorontalo Utara, Diduga Dipicu Rasa Cemburu

Istri Tewas Dibunuh Suami di Gorontalo Utara, Diduga Dipicu Rasa Cemburu
Istri Tewas Dibunuh Suami di Gorontalo Utara, Diduga Dipicu Rasa Cemburu

InvestigasiMabes.com l Gorontalo Utara – Warga Dusun Tonala, Desa Mebongo, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, digemparkan oleh peristiwa tragis pada Rabu (3/9/2025) sore. Seorang perempuan bernama Ida Hantu (41) ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah warung makan milik rekannya, usai diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, SN alias Uyun (49).

Kabar memilukan ini dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan membuat warga setempat shock, lantaran korban dikenal sebagai pribadi yang ramah serta kerap membantu tetangganya.

Menurut keterangan pihak kepolisian, peristiwa berdarah itu bermula sekitar pukul 16.15 WITA. Saat itu, korban tengah memasak di dapur warung milik sahabatnya, Winda Tilahunga. Tak lama berselang, pelaku datang dan langsung menuduh istrinya menjalin komunikasi dengan pria lain melalui telepon.

Pertengkaran mulut pun tak terelakkan. Situasi semakin memanas ketika pelaku diduga membenturkan kepala korban ke rak piring, menyeret rambutnya, lalu menikam dada korban dengan pisau dapur yang ada di lokasi. Serangan brutal itu membuat korban tak berdaya dan tewas seketika di tempat kejadian.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju arah Kecamatan Tolinggula.

Kapolsek Sumalata, dalam keterangannya, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya bersama tim gabungan Polres Gorontalo Utara langsung turun ke lokasi begitu mendapat laporan dari warga.

“Setelah menerima informasi, kami segera menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti. Saat ini kami juga sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang kabur ke arah Tolinggula,” ujar seorang perwira polisi.

Kematian tragis Ida Hantu sontak mengundang duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Beberapa tetangga mengaku masih tidak percaya atas kejadian tersebut.

“Korban orangnya baik, tidak pernah bermasalah dengan warga. Kami sangat kaget mendengar dia dibunuh, apalagi oleh suaminya sendiri,” ungkap salah satu warga.

Polisi menduga, aksi keji ini dipicu oleh rasa cemburu buta yang menguasai pelaku. Meski demikian, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan motif sebenarnya.

Jenazah korban telah dievakuasi ke Puskesmas Sumalata untuk dilakukan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung maut. Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga dan tidak main hakim sendiri.

“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat, apabila menghadapi masalah rumah tangga sebaiknya diselesaikan dengan cara baik-baik atau melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan yang justru menimbulkan korban jiwa,” tegas pihak kepolisian.

InvestigasiMabes.com(irvan)

Editor : Redaktur
Sumber : Team