Baru Hitungan Minggu, Proyek Jalan Rp 2 Miliar di Lampung Timur Sudah Rusak

Baru Hitungan Minggu, Proyek Jalan Rp 2 Miliar di Lampung Timur Sudah Rusak
Baru Hitungan Minggu, Proyek Jalan Rp 2 Miliar di Lampung Timur Sudah Rusak

InvestigasiMabes.com | Lampung Timur – Proyek pemeliharaan berkala ruas jalan Gedong Dalam–Kota Gajah (Link 024) yang dibiayai APBD Provinsi Lampung sebesar Rp 2,05 miliar, kini disorot tajam. Jalan yang baru saja rampung dikerjakan CV Tiga Saudara itu, sudah mengalami kerusakan serius hanya dalam hitungan minggu.

Pantauan di lapangan, sedikitnya tiga titik kerusakan ditemukan. Aspal mengelupas, timbul lubang, dan mengancam keselamatan pengendara. Kondisi terparah terlihat di depan gerbang Taman Maskot Desa Gedong Dalam.

“Belum sebulan selesai, jalan sudah hancur lagi. Ini jelas asal-asalan. Uang rakyat miliaran rupiah seolah dibuang percuma,” tegas Syamsul Bahri salah seorang warga setempat, Senin (8/9/2025).

Dokumen proyek menyebutkan, kontrak bernomor 01/KTR/PPK-K.4/JLN/ ditandatangani 21 Mei 2025 dengan masa kerja 90 hari. Namun, kualitas pekerjaan justru jauh dari harapan. Warga pun mempertanyakan kinerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta konsultan pengawas yang dianggap lalai mengawasi jalannya pekerjaan.

Kerusakan dini ini bisa menjadi indikasi adanya pelanggaran standar teknis maupun dugaan penyimpangan anggaran. “Kalau proyek miliaran cepat rusak, patut diduga ada permainan. Aparat penegak hukum harus turun tangan mengaudit, jangan hanya menunggu laporan,” ujar Syamsul.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Dinas Bina Marga dan Konstruksi, untuk tidak hanya melakukan perbaikan tambal sulam. Mereka menuntut evaluasi total terhadap kontraktor pelaksana, sekaligus sanksi tegas bila terbukti ada unsur kelalaian atau kecurangan.

“Jangan sampai praktik proyek asal jadi terus berulang. Rakyat rugi, negara pun berpotensi mengalami kerugian miliaran rupiah,” tambah Syamsul.

Kasus jalan rusak ini menambah panjang daftar proyek infrastruktur di Lampung Timur yang menuai kontroversi. Publik kini menunggu: apakah pemerintah berani bertindak tegas, atau justru kembali menutup mata? (Rusman Ali)

Editor : Redaktur
Sumber : Team