Aktivis Pohuwato Desak Kapolres Tindak Tegas Oknum Polisi Terlibat Kasus Pembacokan

Aktivis Pohuwato Desak Kapolres Tindak Tegas Oknum Polisi Terlibat Kasus Pembacokan
Aktivis Pohuwato Desak Kapolres Tindak Tegas Oknum Polisi Terlibat Kasus Pembacokan

InvestigasiMabes.com l Pohuwato – Kasus dugaan pembacokan yang melibatkan dua oknum anggota kepolisian Polres Pohuwato menuai sorotan publik. Salah satu aktivis muda Pohuwato, Isjayanto Doda, angkat bicara lantang dan mendesak Kapolres Pohuwato untuk segera menindak tegas kedua oknum tersebut tanpa pandang bulu.

Dalam pernyataannya, Isjayanto menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, tindakan brutal yang dilakukan oleh aparat justru merupakan bentuk pengkhianatan terhadap institusi kepolisian dan mencoreng tagline “Mopiyohu” yang selama ini dijunjung Polres Pohuwato sebagai simbol pengayoman, kedamaian, dan kedekatan dengan masyarakat.

“Saya selaku pemuda Kabupaten Pohuwato mengecam keras tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh oknum-oknum kepolisian itu. Mereka yang seharusnya melindungi masyarakat justru menciptakan ketakutan. Saya meminta kepada Kapolres Pohuwato agar segera menindak tegas anggotanya yang terlibat, jangan sampai kasus ini ditutup-tutupi,” tegas Isjayanto.

Lebih jauh, ia menyinggung bahwa peristiwa pembacokan tersebut bermula dari konsumsi minuman keras (miras). Padahal, kata dia, miras seharusnya menjadi musuh utama aparat kepolisian karena kerap memicu keresahan di masyarakat.

“Ironis sekali, miras yang harusnya diberantas malah dikonsumsi oleh aparat. Ini bukan hanya memalukan, tapi juga berbahaya karena telah berujung pada perbuatan brutal seperti pembacokan. Bagaimana masyarakat bisa percaya dengan polisi kalau pelindungnya sendiri justru mabuk dan mengamuk?” lanjutnya.

Isjayanto juga mengingatkan bahwa kasus ini menambah daftar panjang catatan kelam di tubuh Polres Pohuwato. Jika tidak ada langkah tegas, ia khawatir kepercayaan publik terhadap kepolisian di daerah tersebut akan semakin merosot.

“Jangan sampai ada kesan hukum tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. Kalau masyarakat kecil yang mabuk dan bikin keributan langsung ditangkap, tapi kalau polisi yang mabuk lalu membacok orang malah ditutup-tutupi. Itu jelas mencederai rasa keadilan,” ujarnya.

Ia pun menekankan agar kasus ini ditangani secara serius oleh Kapolres Pohuwato bersama Polda Gorontalo. Penegakan hukum, kata dia, harus berlaku bagi siapa pun, termasuk aparat kepolisian yang melakukan pelanggaran berat.

“Jangan biarkan nama baik kepolisian di Pohuwato rusak hanya karena ulah segelintir oknum. Tindak tegas mereka, pecat jika perlu. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu agar masyarakat tahu bahwa polisi masih layak dipercaya,” pungkas Isjayanto.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Pohuwato belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.

(Irvan Mansi)

Editor : Redaktur
Sumber : Team