InvestigasiMabes.com | Biak Numfor –Semangat kebersamaan para pekerja transportasi di Tanah Papua kian nyata. Kamis, 14 November 2025, akan menjadi momentum bersejarah bagi para sopir di Kabupaten Biak Numfor dengan diluncurkannya Komunitas Driver Biak Bersatu (DBB) — sebuah wadah yang digagas untuk memperkuat solidaritas, perlindungan sosial, dan kesejahteraan sesama driver.
Acara launching yang akan digelar di Jl. Sriwijaya RT/RW 04/03, Desa Yavdas, Kecamatan Samofa, Biak Numfor, dijadwalkan mulai pukul 15.00 WIT hingga selesai.
Agenda kegiatan meliputi peresmian komunitas, sambutan dan deklarasi bersama, sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan, serta pembagian kartu kepesertaan BPJSTK bagi anggota DBB.
Menariknya, pada kegiatan tersebut, Ketua DBB Lamek Rumkabu dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Biak dijadwalkan menjadi narasumber utama, yang akan memberikan pemaparan seputar pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja sektor transportasi.
Pihak panitia juga memastikan sesi tanya jawab terbuka agar para driver dapat memahami langsung manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, terutama dalam hal perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan sosial tenaga kerja informal.
Ketua DBB, Lamek Rumkabu, menegaskan bahwa pembentukan komunitas ini bukan sekadar simbol kebersamaan, melainkan langkah konkret untuk memperjuangkan hak-hak para driver serta memperkuat posisi mereka sebagai bagian penting dalam roda ekonomi daerah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa driver Papua bisa bersatu, solid, dan maju bersama. DBB akan menjadi rumah bagi semua driver tanpa memandang latar belakang, demi kesejahteraan dan kebanggaan bersama,” ujar Lamek Rumkabu.
Dengan semangat “Driver Papua Bersatu, Maju dan Solid!”, komunitas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Papua dalam membangun organisasi berbasis solidaritas, profesionalisme, serta perlindungan sosial tenaga kerja.
Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) dalam kegiatan ini juga menjadi sinyal positif tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja sektor informal, khususnya driver angkutan barang dan penumpang di wilayah timur Indonesia.
Acara peluncuran DBB diproyeksikan menjadi titik awal sinergi baru antara para pelaku transportasi, pemerintah daerah, dan lembaga sosial, guna mendorong kesejahteraan serta keselamatan kerja di lapangan.
Editor : RedakturSumber : Team