Diduga Aniaya Penasihat Hukum dan Aktivis, Satpam PT SRL Dilaporkan ke Polisi

Diduga Aniaya Penasihat Hukum dan Aktivis, Satpam PT SRL Dilaporkan ke Polisi
Diduga Aniaya Penasihat Hukum dan Aktivis, Satpam PT SRL Dilaporkan ke Polisi

InvestigasiMabes.com | Padang Lawas Utara – Dugaan tindak kekerasan oleh satuan pengamanan (Satpam) PT Sumatera Riang Lestari (SRL) terhadap penasihat hukum kelompok tani dan seorang aktivis kini berbuntut panjang. Insiden tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian setelah korban mengalami tindakan represif di lapangan.

Peristiwa terjadi pada Minggu, 2 November 2025, di Dusun Pardomuan, Desa Ujung Batu Julu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatra Utara. Saat itu, Penasihat Hukum Deka Sihombing, SH, bersama rombongan warga kelompok tani Aman Makmur tengah membangun jembatan kayu sebagai akses ke lahan pertanian mereka yang terpisah oleh sungai.

Menurut keterangan saksi Bistok Sihombing, suasana yang semula kondusif berubah tegang ketika sekitar 100 orang anggota satuan pengamanan PT SRL datang ke lokasi bersama perwakilan humas perusahaan. “Mereka datang dengan nada arogan. Deka ditarik dan diseret hingga terjatuh. Kami pun diintimidasi dan diperlakukan kasar di depan warga,” ungkap Bistok kepada wartawan.

Akibat aksi tersebut, Deka Sihombing mengalami luka fisik dan trauma. Ia menegaskan bahwa tindakan aparat keamanan perusahaan telah melampaui batas dan bertentangan dengan hukum.

> “Saya datang untuk menjalankan tugas pendampingan hukum bagi masyarakat yang memiliki hak legal mengelola lahan. Tapi justru saya dianiaya. Ini bentuk pelanggaran serius terhadap akses bantuan hukum,” tegas Deka.

Usai kejadian, Deka dan Bistok segera melapor ke Polsek Ujung Batu serta mengirim surat permohonan perlindungan hukum ke Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara. Mereka menilai tindakan aparat keamanan perusahaan merupakan bentuk intimidasi terencana yang menghalangi pendampingan hukum bagi masyarakat kecil.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Sumatera Riang Lestari belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Tim redaksi InvestigasiMabes.com masih berupaya menghubungi manajemen perusahaan untuk memperoleh klarifikasi. (Red).

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim pemburu berita