Jalan Cor Beton di Merlung Rusak Parah, Diduga Dimonopoli Lurah dan Tak Sesuai Spesifikasi

Jalan Cor Beton di Merlung Rusak Parah, Diduga Dimonopoli Lurah dan Tak Sesuai Spesifikasi
Jalan Cor Beton di Merlung Rusak Parah, Diduga Dimonopoli Lurah dan Tak Sesuai Spesifikasi

InvestigasiMabes.com | Tanjab Barat - Proyek jalan cor beton yang baru saja rampung di Kelurahan Merlung, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kini menjadi sorotan tajam.

Pasalnya, jalan yang seharusnya menjadi infrastruktur vital bagi masyarakat setempat, justru mengalami kerusakan parah. Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan telah retak dan pecah di berbagai titik, menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan besar terkait kualitas pengerjaan.

Diduga Pekerjaan Asal dan Monopoli Lurah

Kerusakan jalan ini diduga kuat akibat pekerjaan yang asal-asalan dan tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sumber terpercaya menyebutkan bahwa proyek ini dimonopoli oleh Lurah Merlung, yang diduga mengurangi takaran material demi meraup keuntungan pribadi. Akibatnya, hasil pembangunan tidak laik dan membahayakan pengguna jalan.

"Ini jelas ada indikasi korupsi. Sehingga kualitas jalan sangat buruk," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Lurah Bungkam, Camat Terkesan Menutupi

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Lurah Merlung memilih untuk bungkam, seolah enggan bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut. Sementara itu, Camat Merlung, Yeni, mengakui bahwa inspektorat Tanjab Barat telah melakukan pengecekan terhadap proyek tersebut.

"Kemarin sudah dicek oleh inspektorat Tanjab Barat. Kami dari kecamatan Merlung juga sudah turun ke lokasi," ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp beberapa waktu lalu.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada perbaikan yang dilakukan. Jalan retak dan pecah masih terlihat jelas, mengindikasikan bahwa inspeksi yang dilakukan tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Ketika ditanya lebih lanjut, Camat Merlung Yeni berjanji akan menghubungi Lurah Merlung. Namun, yang mengejutkan, Camat justru meminta kepada jurnalis untuk tidak memuat berita mengenai kerusakan jalan cor beton tersebut.

"Saya akan menghubungi Lurah dulu. Dak usah dinaikan berita," pinta Camat, saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp pada Selasa (23/12/2025) yang menimbulkan kecurigaan adanya upaya untuk menutupi kasus ini.

Pihak berwenang segera melakukan investigasi mendalam dan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam proyek bermasalah ini.

"Kami tidak ingin jalan ini hanya menjadi proyek bancakan. Kami ingin jalan yang berkualitas dan tahan lama," tegas seorang tokoh masyarakat Merlung.

Kasus jalan cor beton di Merlung ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur di daerah masih lemah.

Jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah daerah, maka kasus serupa akan terus berulang dan merugikan masyarakat.

Editor : Redaktur
Sumber : Team