Forum Rembuk Desa Penyangga TNWK Gelar Istighosah untuk Almarhum Kades Braja Asri

Forum Rembuk Desa Penyangga TNWK Gelar Istighosah untuk Almarhum Kades Braja Asri
Forum Rembuk Desa Penyangga TNWK Gelar Istighosah untuk Almarhum Kades Braja Asri

InvestigasiMabes.com | Lampung Timur — Segenap pengurus dan anggota Forum Rembuk Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas (FRDP TNWK) Lampung Timur menggelar kegiatan istighosah atau doa bersama untuk almarhum Darusman, Kepala Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, yang wafat saat menghalau gajah pada Rabu, 31 Desember 2025 lalu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Fattah, Way Bungur, Kamis (8/1/2026), dan diikuti oleh pengurus FRDP TNWK Lampung Timur, perwakilan FRDP tingkat desa dan kecamatan penyangga TNWK, serta para santri Ponpes Darul Fattah.

Istighosah dipimpin oleh KH. M. Muslih selaku imam. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kesabaran hati dan jiwa dalam menghadapi musibah dan cobaan. Menurutnya, setiap peristiwa yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak dan kuasa Allah SWT.

Pengasuh Ponpes Darul Fattah tersebut juga mendoakan agar almarhum Darusman tergolong wafat dalam keadaan syahid, mengingat saat meninggal dunia almarhum tengah menjalankan tugas pengabdian sebagai kepala desa demi melindungi masyarakat, mempertahankan sumber penghidupan warga, serta memperjuangkan nafkah keluarganya.

Sementara itu, Ketua FRDP TNWK Way Kambas, Prayit, menyampaikan bahwa kegiatan istighosah ini merupakan wujud belasungkawa seluruh kepala desa dan masyarakat desa penyangga TNWK atas musibah yang terjadi.

“Kami semua sangat berduka dan kehilangan sosok yang selama ini peduli terhadap konflik antara gajah dan masyarakat. Doa bersama ini kami gelar untuk mendoakan almarhum agar ditempatkan di sisi yang mulia di hadapan Allah SWT,” ujarnya.

Selain doa bersama, FRDP TNWK juga menyerahkan tali asih kepada keluarga almarhum yang diterima oleh adik kandung almarhum, Ruchyat, mewakili keluarga besar. Para kepala desa dari kecamatan penyangga TNWK, yakni Way Bungur, Purbolinggo, Labuhan Ratu, Sukadana, Way Jepara, dan Braja Selebah, secara bergantian menyampaikan ucapan duka cita dan menyerahkan tali asih.

“Kami berharap keluarga almarhum diberikan kekuatan. Kami juga siap meneruskan cita-cita almarhum dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung menahun ini,” ujar Widodo, Ketua Forum Kepala Desa se-Kecamatan Way Bungur.

Di sisi lain, Sekretaris FRDP TNWK, Sayuti, menyampaikan bahwa usai pelaksanaan istighosah, forum juga menggelar rapat koordinasi yang diikuti seluruh perwakilan kecamatan penyangga TNWK. Salah satu hasil rapat tersebut adalah kesepakatan bahwa FRDP TNWK Lampung Timur tidak akan menggelar aksi demonstrasi, melainkan memilih jalur audiensi.

“Kami sepakat audiensi merupakan langkah yang lebih santun agar tujuan dapat tercapai, sekaligus tetap menjaga suasana yang sejuk dan kondusif,” kata Sayuti.

FRDP TNWK, lanjutnya, akan meminta waktu kepada Bupati Lampung Timur, Ketua DPRD Lampung Timur, Kapolres Lampung Timur, serta Dandim setempat untuk berkenan menerima audiensi. Melalui dialog dan diskusi tersebut, pihaknya berharap peristiwa wafatnya almarhum Darusman menjadi kejadian terakhir dalam sejarah konflik antara gajah dan masyarakat di Lampung Timur. “Tutupnya,” (*)

Editor : Redaktur
Sumber : Team