Vikaris Episcopal Tanimbar-MBD, Pastoral Keluarga sebagai Gereja Domestik

Vikaris Episcopal Tanimbar-MBD, Pastoral Keluarga sebagai Gereja Domestik
Vikaris Episcopal Tanimbar-MBD, Pastoral Keluarga sebagai Gereja Domestik

Investigasimabes.com l Maluku -- Kunjungan pastoral pada Selasa, 3 Februari 2026, di Rukun St. Yohanis Paulus II menjadi momen istimewa yang membawa kesejukan rohani bagi umat di Olilit Barat. Berikut adalah refleksi dan ungkapan syukur yang menggambarkan getaran hati mereka yang terlibat:

1. Refleksi Hati Keluarga yang Dikunjungi

Kel. Bpk. Samgraha Antonius Rante, Stepanus Buksalembun, Yosep Laratmase, Suharto Futwembun, dan Yohanis Everaldus Fasse.

"Ada rasa haru yang mendalam saat pintu rumah kami diketuk oleh Gembala kami. Kehadiran Pastor dan pengurus rukun bukan sekadar kunjungan formal, melainkan simbol bahwa Tuhan sendiri yang datang melawat keluarga kami."

Rasa Syukur: Mereka merasa dikuatkan di tengah pergumulan hidup sehari-hari. Doa dan berkat yang diberikan menjadi "recharge" iman yang membuat rumah mereka kembali terasa sebagai Gereja Domestik (Gereja Kecil).

Kesan Utama: Kebahagiaan karena merasa dipedulikan, tidak berjalan sendirian, dan dipersatukan kembali dalam kasih persaudaraan seiman.

2. Refleksi Hati Pastor Paroki HKY Olilit Barat

Sebagai Gembala yang memulai kembali jadwal kunjungan keluar, ada semangat misi yang berkobar.

Ungkapan Syukur:

Pastor merasakan sukacita saat melihat wajah-wajah umatnya secara langsung. Kunjungan ini adalah kesempatan untuk mendengar detak jantung umat, memahami kesulitan mereka, dan membawa sakramental berkat langsung ke meja makan mereka.

Refleksi:

Baginya, setiap keluarga adalah sel penting dalam tubuh Paroki. Dengan memberkati keluarga-keluarga ini, ia sedang memperkuat fondasi iman seluruh paroki.

3. Refleksi Hati Ketua Rukun dan Baperus

Sebagai jembatan antara umat dan hirarki, tugas ini adalah pelayanan yang membanggakan.

Perasaan Hati:

Ada rasa lega dan syukur karena dapat menjalankan amanah organisasi sekaligus pelayanan rohani. Melihat kebahagiaan di wajah para kepala keluarga (Bpk. Samgraha hingga Bpk. Yohanis) memberikan kepuasan batin yang luar biasa.

Refleksi:

Kunjungan ini mempererat tali silaturahmi. Mereka menyadari bahwa tugas pengurus bukan hanya soal administrasi, tetapi soal memastikan tidak ada satu domba pun yang merasa terlupakan di dalam rukun.

Intisari Kebersamaan :

Kunjungan ini menegaskan bahwa Rukun St. Yohanis Paulus II adalah komunitas yang hidup. Doa yang dipanjatkan bersama menciptakan harmoni antara:

Kepemimpinan Rohani (Pastor)

Penggerak Komunitas (Ketua Rukun/Baperus)

Pusat Kehidupan Iman (Keluarga-Keluarga). RD Ponsio. (IM.125).

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim